Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

GAPKI Kaltim Bidik Nilai Tambah Lewat Hilirisasi Sawit  

Raden Roro Mira Budi Asih • Minggu, 12 Juli 2026 | 12:13 WIB
Wakil Ketua III GAPKI Kaltim, Jupita Sari.

 
Wakil Ketua III GAPKI Kaltim, Jupita Sari.  

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Hilirisasi sawit di Kalimantan Timur tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah produk. Pelaku industri kini juga mulai menyiapkan regenerasi dengan melibatkan anak muda agar lebih mengenal potensi bisnis kelapa sawit dari hulu hingga hilir.

Baca Juga: Target Pembangunan Rumah Kaltim 2.000 Unit Tahun Ini, REI Bongkar Hambatan yang Bikin Realisasi Anjlok!

Wakil Ketua III Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Kaltim Jupita Sari mengatakan, percepatan hilirisasi menjadi salah satu agenda utama organisasi pada 2026-2027.

Saat ini terdapat lima fasilitas refinery yang diharapkan dapat mempercepat pengembangan produk turunan sawit di daerah. "Ada lima refinery hilirisasi. Jadi kita berharap juga untuk turunannya bisa lebih dipercepat lagi," ujarnya saat rapat kerja cabang (rakercab) GAPKI Kaltim, Jumat (10/7).

Baca Juga: Bupati dan Wabup Kutai Barat Nobar Piala Dunia 2026 Bersama Warga

Disampaikan Jupita, GAPKI Kaltim akan memperkuat forum hilirisasi sawit di Kalimantan melalui kegiatan business matching, forum investasi, pameran teknologi, hingga seminar mengenai biofuel, oleokimia, dan biomassa.

Di sisi lain, organisasi mulai mengubah pendekatan promosi industri sawit dengan menyasar generasi muda melalui Palm Oil Youth Forum.

Program tersebut dikemas dalam berbagai kegiatan, mulai dari kompetisi inovasi, content creator sawit, kunjungan ke pabrik dan refinery, hingga peluang beasiswa.

"Dalam waktu dekat kami akan mengadakan video competition 24 Jam Bersama Sawit pada Borneo Forum bulan Agustus. Program ini memang kami khususkan untuk kalangan muda," kata Jupita.

Baca Juga: Empat Tradisi Kutim Ditetapkan Menjadi Warisan Budaya Takbenda Nasional

Pihkanya juga menyiapkan Program Digitalisasi Data Sawit Kaltim yang akan menghimpun data produksi, infrastruktur, kebutuhan logistik, tenaga kerja hingga perkembangan sustainability perusahaan anggota.

"Database bersama ini akan memudahkan koordinasi GAPKI cabang dengan GAPKI pusat sekaligus menjadi dasar advokasi kepada pemerintah daerah maupun pemerintah pusat," bebernya.

Selain memperkuat industri hilir, GAPKI Kaltim tetap melanjutkan pendampingan koperasi plasma melalui sosialisasi perpajakan serta mempertemukan koperasi petani dengan perbankan guna memperluas akses pembiayaan.

Menurut Jupita, penguatan sektor hilir harus berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas pelaku usaha agar rantai industri sawit Kaltim semakin kompetitif dan mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar. (*)

Editor : Sukri Sikki
#Gapki Kaltim #hilirisasi #pelaku industri #sawit