KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Di tengah meningkatnya inflasi Kota Minyak pada Juni 2026, sejumlah kelompok pengeluaran justru mengalami penurunan harga atau deflasi. Kondisi tersebut menjadi faktor penyeimbang sehingga tekanan inflasi tidak meningkat lebih tinggi.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan, terdapat tiga kelompok pengeluaran yang mencatat deflasi secara tahunan. Kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga mengalami deflasi sebesar 1,16 persen dengan andil minus 0,18 persen.
Selanjutnya kelompok rekreasi, olahraga dan budaya mengalami deflasi 1,62 persen dengan andil minus 0,02 persen, sedangkan kelompok pendidikan turun 0,18 persen dengan andil minus 0,01 persen.
Baca Juga: Harga Pangan Masih Jadi Pemicu Inflasi Balikpapan, Beras hingga Ikan Ikut Naik
Penurunan harga sejumlah komoditas menjadi penyebab utama terjadinya deflasi pada kelompok tersebut. Bahan bakar rumah tangga menjadi komoditas dengan kontribusi terbesar terhadap penurunan harga.
Selain itu, parfum, tas sekolah, kangkung, bayam, sawi hijau, sawi putih, mentimun, telur ayam ras, santan jadi hingga deterjen bubuk juga ikut menekan laju inflasi. Kepala BPS Balikpapan Marinda Dama menilai deflasi yang terjadi bukan berarti seluruh harga barang mengalami penurunan.
"Masih terdapat kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan harga cukup tinggi. Namun adanya beberapa kelompok yang mencatat deflasi membantu menahan laju inflasi secara keseluruhan sehingga tetap berada pada level yang relatif terkendali," jelasnya.
Baca Juga: Balikpapan Raih Delapan Medali di Kejuaraan Kurash Kalimantan Open 2026
Menurut Marinda, perubahan harga pada setiap kelompok pengeluaran dipengaruhi karakteristik komoditas yang berbeda-beda. Ada komoditas yang sensitif terhadap perubahan musim, distribusi maupun permintaan pasar, sementara sebagian lainnya lebih dipengaruhi kebijakan harga dan kondisi pasokan.
Dengan adanya kelompok yang mengalami deflasi, struktur inflasi Balikpapan menjadi lebih seimbang. "Kenaikan harga selama Juni tidak terjadi secara merata pada seluruh sektor konsumsi masyarakat," ucapnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo