Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Batu Bara Tak Lagi Mampu Dongkrak Ekspor Kaltim

Raden Roro Mira Budi Asih • Senin, 13 Juli 2026 | 12:54 WIB
KONTRAKSI: Permintaan batu bara dari pasar internasional mulai menekan kinerja ekspor Kaltim. Terkontraksi 3,81 persen secara tahunan.
KONTRAKSI: Permintaan batu bara dari pasar internasional mulai menekan kinerja ekspor Kaltim. Terkontraksi 3,81 persen secara tahunan.

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Lesunya permintaan batu bara dari pasar internasional mulai menekan kinerja ekspor Kalimantan Timur (Kaltim). Setelah masih mencatat pertumbuhan pada penghujung 2025, ekspor Benua Etam kini berbalik masuk zona kontraksi pada triwulan I 2026.

Baca Juga: Hari Pertama MPLS di Balikpapan: Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah Mulai Diterapkan  

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kaltim Jajang Hermawan menjelaskan, ekspor Kaltim pada triwulan I 2026 terkontraksi 3,81 persen secara tahunan (year on year/yoy). Angka tersebut berbalik dari triwulan IV 2025 yang masih tumbuh 5,62 persen (yoy).

"Perlambatan tersebut terutama dipengaruhi oleh penurunan volume ekspor batu bara yang terkontraksi 7,17 persen (yoy), setelah pada triwulan sebelumnya masih tumbuh 0,93 persen (yoy)," kata Jajang.

Baca Juga: Komentari Kasus Honorarium Pegawai di Kukar, Salehudin Bandingkan dengan Dakwaan Korupsi Berjamaah DPRD

Menurut dia, pelemahan itu mencerminkan permintaan dari negara-negara mitra dagang utama yang belum cukup kuat untuk mendorong peningkatan ekspor batu bara. Akibatnya, komoditas unggulan Kaltim tersebut belum mampu menjadi penopang kinerja ekspor daerah.

Di tengah penurunan volume ekspor, harga batu bara acuan sebenarnya masih tumbuh positif 13,66 persen (yoy). Namun, kenaikannya melambat dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencapai 22,58 persen (yoy), sehingga belum mampu mengompensasi pelemahan dari sisi volume.

Baca Juga: Beginilah MPLS Hari Pertama di SD Muhammadiyah 1 Samarinda

Tak hanya batu bara, komoditas lainnya juga masih menghadapi tekanan. Nilai ekspor migas tercatat terkontraksi 15,90 persen (yoy), sedangkan ekspor nonmigas turun 7,23 persen (yoy).

Meski demikian, kontraksi pada kedua kelompok komoditas tersebut mulai menunjukkan perbaikan dibandingkan triwulan sebelumnya. Pada triwulan IV 2025, ekspor migas masih terkontraksi 33,33 persen (yoy), sementara ekspor nonmigas minus 10,99 persen (yoy). (*)

Editor : Sukri Sikki
#bank indonesia #ekspor #batu bara #Jajang Hermawan #kalimantan timur