KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Upaya memperkuat kolaborasi pemerintah dan pelaku usaha untuk mengembangkan sektor pariwisata di Bumi Etam terus didorong. Salah satunya melalui kegiatan Ngobrol Bareng PUTRI (NGOPI) yang digagas DPD Perkumpulan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI) Kaltim.
Rencana penyelenggaraan kegiatan tersebut mendapat lampu hijau dari Sekretaris Daerah (Sekda) Kaltim Sri Wahyuni saat menerima audiensi jajaran DPD PUTRI Kaltim di Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (14/7). Dalam pertemuan itu, Sri Wahyuni juga menyatakan kesediaannya menjadi narasumber pada forum yang akan digelar di Rumah Ulin Arya, Samarinda, Kamis (23/7).
Ketua Panitia NGOPI Sheila Achmad mengatakan, kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang diskusi antara pemerintah, pelaku usaha dan investor untuk membahas tantangan pengembangan pariwisata di Kaltim, khususnya di tengah hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN).
Baca Juga: Komisi II Dorong Varia Niaga Garap Aset Menganggur, Target PAD Samarinda Tembus Rp2 Miliar
“Yang kami inginkan adanya sinergi dan kolaborasi antara sektor swasta dengan pemerintah. Kami ingin belajar dari pengalaman Ketua Umum DPP PUTRI yang juga Owner Taman Safari Indonesia, Hans Manansang. Beliau sudah lebih dari 40 tahun mengelola destinasi wisata,” ujarnya.
Menurut Sheila, pengalaman Taman Safari Indonesia mengelola destinasi wisata, termasuk keberhasilannya mengembangkan Solo Zoo melalui kolaborasi pemerintah dan swasta dapat menjadi referensi bagi Kaltim dalam mempercepat pertumbuhan sektor pariwisata.
Ia menilai, potensi wisata Kaltim sebenarnya besar. Namun, ekosistem industri pariwisata masih belum terintegrasi sehingga belum mampu memberikan dampak ekonomi yang optimal. “Kami melihat pariwisata Kaltim belum benar-benar scale up. Padahal dengan adanya IKN seharusnya menjadi momentum. Karena itu kami ingin belajar dari daerah lain yang sudah berhasil,” katanya.
Sheila berharap diskusi tersebut tidak berhenti pada tataran wacana. Kehadiran Sekda Kaltim bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait diharapkan mampu melahirkan kebijakan yang dapat langsung diterapkan. “Harapannya ada dampak nyata. Semua OPD terkait hadir, Ibu Sekda juga menjadi narasumber, sehingga hasil diskusi ini bisa lebih aplikatif untuk pelaku usaha,” tuturnya.
Baca Juga: Sekolah Swasta Bontang Jadi Sasaran Pencurian, Pemkot Kaji Bantuan CCTV tapi Tunggu Kondisi APBD
Selain membahas strategi pengembangan destinasi, forum itu juga akan menjadi wadah bagi pelaku usaha menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi di lapangan. Mulai dari perizinan, investasi, hingga kebijakan perpajakan yang dinilai masih menjadi tantangan bagi investor maupun pengelola destinasi wisata skala UMKM.
“Kalau di Jawa, paket-paket wisata sudah terintegrasi dari bandara sampai destinasi. Di Kaltim belum seperti itu. Investor sebenarnya ada, tetapi kami ingin mengetahui apa yang masih menjadi kendala, apakah dari sisi regulasi, perizinan, atau bentuk dukungan pemerintah,” jelasnya.
Ia juga menyoroti perlunya ruang dialog yang lebih terbuka agar pemerintah dapat mendengar langsung aspirasi pelaku usaha. “Jangan sampai pelaku usaha yang baru merintis langsung terbebani berbagai kewajiban. Melalui forum ini kami ingin semua bisa menyampaikan keluh kesahnya, sehingga pemerintah juga mengetahui kondisi riil di lapangan,” ucap Sheila.
Berdasarkan proposal kegiatan, NGOPI mengusung tema “Mengurai Tantangan Pariwisata Kalimantan Timur Menuju Level Industri dalam Upaya Transisi Ekonomi”. Direktur Taman Safari Indonesia sekaligus Ketua Umum DPP PUTRI Hans Manansang dijadwalkan menjadi pembicara utama bersama Sekda Kaltim Sri Wahyuni, perwakilan Otorita IKN, dan pengurus DPP PUTRI.
Fokus pembahasan meliputi peningkatan kontribusi pariwisata terhadap PDRB Kaltim, tantangan aksesibilitas, perizinan, peningkatan kualitas layanan, hingga konektivitas pariwisata dengan IKN.
Meski NGOPI mengusung konsep ngobrol santai, namun topik ataupun pertanyaan yang diantarkan ke narasumber dipastikan tidak santai, alias bukan pembahasan permukaan saja. Tim PUTRI Kaltim telah menganalisa semua penghambat pertumbuhan pariwisata yang kemudian dirumuskan menjadi pertanyaan-pertanyaan yang menuntut jawaban konkret dari narasumber yang hadir. Agar sepulang NGOPI, stakeholder pariwisata memiliki 'pencerahan' yang nyata.
Baca Juga: Jalan Bergelombang di Dua Titik Vital Bontang Ditambal, Akses ke RS PKT Jadi Prioritas
Sri Wahyuni mendukung penuh konsep ini. Hingga ia menyarankan PUTRI untuk mengundang beberapa OPD Pemprov Kaltim yang berkaitan dengan berbagai tantangan pariwisata. Misalnya perihal aksesibilitas, ia berharap Dinas PU hadir. Terkait perizinan, DPMPTSP bisa langsung memberi jawaban konkret atas beberapa kendala yang kerap terjadi. Pun Diskominfo, DLH, Dishub, dan tentunya Dinas Pariwisata. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo