Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

BI Sebut IKN, RDMP, dan Kawasan Industri Bontang Jadi Penggerak Baru Ekonomi Kaltim

Raden Roro Mira Budi Asih • Rabu, 15 Juli 2026 | 16:58 WIB

 

 

PEMBANGUNAN: IKN disebutkan BI akan meningkatkan peran sektor jasa sekaligus memperkuat aglomerasi ekonomi baru di koridor Balikapapan-Samarinda-IKN.
PEMBANGUNAN: IKN disebutkan BI akan meningkatkan peran sektor jasa sekaligus memperkuat aglomerasi ekonomi baru di koridor Balikapapan-Samarinda-IKN.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Bank Indonesia (BI) optimistis tiga proyek strategis mampu mengubah wajah perekonomian Kalimantan Timur. Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), RDMP Pertamina Balikpapan, dan Kawasan Industri Bontang diproyeksikan menjadi sumber pertumbuhan baru yang mengurangi dominasi sektor pertambangan. Transformasi ekonomi daerah semakin menguat dalam beberapa tahun terakhir. Tiga proyek strategis tersebut menjadi penggerak utama yang akan memperluas struktur ekonomi Kaltim.

"Pembangunan IKN, pengembangan RDMP Pertamina Balikpapan, serta penguatan kawasan industri di Bontang menjadi tiga katalis utama yang berpotensi memperluas sumber pertumbuhan ekonomi daerah," kata Kepala Kantor Perwakilan (KPw BI) Kaltim Jajang Hermawan. 

Ia menjelaskan, pembangunan IKN akan meningkatkan peran sektor jasa sekaligus memperkuat aglomerasi ekonomi baru di koridor Balikpapan-Samarinda-IKN. Permintaan terhadap layanan perdagangan, transportasi, logistik, akomodasi, makan dan minum, pendidikan, kesehatan, hingga jasa profesional diperkirakan meningkat seiring bertambahnya aktivitas pemerintahan dan mobilitas penduduk.

Di sisi lain, RDMP Pertamina Balikpapan akan memperkuat kapasitas industri pengolahan migas. Peningkatan kapasitas kilang juga diyakini mendorong tumbuhnya industri pendukung, aktivitas logistik, investasi manufaktur, serta kebutuhan tenaga kerja terampil.

Sementara itu, Kawasan Industri Bontang dipandang memiliki peran penting dalam memperkuat hilirisasi sumber daya alam melalui pengembangan industri petrokimia, pupuk, dan produk turunan gas. "Dengan demikian, sumber daya alam yang dimiliki Kaltim dapat memberikan nilai tambah yang lebih besar di dalam daerah," ujar Jajang.

BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi Kaltim akan pulih secara bertahap seiring normalisasi sektor utama dan berlanjutnya pembangunan proyek-proyek strategis tersebut. Ia menegaskan, sinergi pemerintah, dunia usaha, dan sektor keuangan menjadi kunci agar transformasi ekonomi berjalan optimal.

Pemerintah diharapkan memperkuat infrastruktur dan iklim investasi, pelaku usaha menangkap peluang di sektor jasa dan industri pendukung, sementara sektor keuangan memperluas pembiayaan, termasuk bagi UMKM dan rantai pasok industri.

"Melalui pengembangan IKN, RDMP Balikpapan, dan Kawasan Industri Bontang, Kaltim memiliki peluang besar untuk membangun struktur ekonomi yang lebih beragam, inklusif, dan resilien dalam jangka menengah-panjang," tutupnya. (*)

 

Editor : Ismet Rifani
kawasan industri Bontang IKN rdmp balikpapan Jajang Hermawan BI Kaltim