KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Balikpapan kembali menjadi tujuan utama penanaman modal dalam negeri (PMDN) di Kalimantan Timur. Sepanjang Januari-Maret 2026, Kota Minyak membukukan realisasi investasi Rp 3,19 triliun atau sekitar 26,77 persen dari total PMDN Kaltim.
Dikatakan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltim Fahmi Prima Laksana, seluruh kabupaten/kota di Kaltim mencatat tambahan investasi pada triwulan I 2026. Total realisasi PMDN mencapai Rp 11,93 triliun yang berasal dari 12.042 proyek.
Baca Juga: BRI KKB Expo: Mendekatkan Akses Pembiayaan Kendaraan hingga ke Pelosok Negeri
Setelah Balikpapan, investasi terbesar kedua berasal dari Kutai Kartanegara sebesar Rp 2,29 triliun atau 19,21 persen. Posisi ketiga ditempati Kutai Timur dengan nilai investasi Rp 1,69 triliun atau berkontribusi 14,21 persen terhadap total PMDN.
Dari sisi jumlah proyek, Balikpapan juga menjadi daerah dengan aktivitas investasi terbanyak, yakni 3.935 proyek. "Disusul Samarinda sebanyak 3.192 proyek dan Kutai Kartanegara sebanyak 1.734 proyek," imbuhnya.
Baca Juga: Misi KKT Pertahankan PROPER Biru, Perkuat Transformasi Pelabuhan Hijau, Fokus Efisiensi Energi
Investasi yang masuk tersebut turut mendorong pembukaan lapangan kerja. Balikpapan menjadi daerah dengan penyerapan tenaga kerja Indonesia terbanyak, yakni 3.679 orang. Posisi berikutnya ditempati Kutai Kartanegara dengan 3.270 pekerja dan Samarinda sebanyak 3.248 pekerja.
Fahmi menambahkan, selama triwulan I 2026 jumlah tenaga kerja asing (TKA) yang bekerja pada proyek PMDN tercatat sebanyak 25 orang. Secara keseluruhan, investasi PMDN telah menyerap 16.037 tenaga kerja.
"Balikpapan paling banyak menyerap tenaga kerja Indonesia sebanyak 3.679 orang, kemudian Kutai Kartanegara 3.270 orang dan Samarinda 3.248 orang. Sedangkan total tenaga kerja asing sebanyak 25 orang," tutupnya. (*)
Editor : Duito Susanto