
KALTIMPOST.ID-Kendati permintaan Vietnam meningkat, Tiongkok masih menjadi tujuan utama ekspor Balikpapan.
Besarnya permintaan dari negara tersebut membuat perekonomian Balikpapan masih memiliki ketergantungan yang cukup tinggi terhadap pasar Tiongkok.
Itu bisa dilihat dari data nilai ekspor Balikpapan ke Tiongkok pada Mei 2026 mencapai 171,74 juta dolar. Angka tersebut menjadi yang terbesar dibandingkan seluruh negara tujuan ekspor lainnya.
Tiongkok tetap menjadi mitra dagang terpenting bagi Balikpapan, terutama untuk berbagai komoditas hasil industri pengolahan dan pertambangan.
“Negara tujuan utama ekspor Kota Balikpapan pada Mei 2026 adalah Tiongkok dengan nilai ekspor mencapai USD 171,74 juta,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan Marinda Dama.
Nilai tersebut setara sekitar 38 persen dari total ekspor Balikpapan pada Mei 2026 yang mencapai USD 450,54 juta. Artinya, lebih dari sepertiga produk yang diekspor melalui pelabuhan di Balikpapan dikirim ke pasar Tiongkok.
Di bawah Tiongkok terdapat Filipina dengan nilai ekspor sebesar USD 65,84 juta dan Malaysia sebesar USD 50,67 juta. Selanjutnya Singapura sebesar USD 37,72 juta serta Vietnam sebesar USD 37,36 juta.
“Dominasi Tiongkok menunjukkan kuatnya hubungan perdagangan antara Balikpapan dan negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut.
Namun kondisi ini juga menjadi tantangan tersendiri karena perubahan permintaan atau perlambatan ekonomi di Tiongkok dapat memberikan dampak langsung terhadap ekspor daerah,” bebernya.
Menurut Marinda, keberadaan pasar besar seperti Tiongkok memang memberikan keuntungan karena mampu menyerap produk dalam jumlah besar. Namun di sisi lain, diversifikasi pasar tetap perlu dilakukan agar ekspor lebih tahan terhadap gejolak ekonomi global.
Selain itu, beberapa negara di kawasan Asia Tenggara mulai memberikan kontribusi yang semakin besar terhadap ekspor Balikpapan.
Hal tersebut terlihat dari meningkatnya nilai ekspor ke Vietnam dan tetap kuatnya permintaan dari Malaysia maupun Singapura.
Peluang tersebut dinilai dapat dimanfaatkan untuk memperluas basis pasar ekspor sehingga ketergantungan terhadap satu negara dapat berkurang secara bertahap.
“Perluasan pasar ekspor menjadi penting untuk menjaga stabilitas perdagangan luar negeri daerah. Semakin beragam negara tujuan ekspor, semakin kuat pula daya tahan ekspor terhadap perubahan kondisi ekonomi global,” ujar Marinda.
Meski demikian, hingga saat ini Tiongkok masih menjadi penggerak utama ekspor Balikpapan. “Besarnya pangsa pasar yang dimiliki negara tersebut membuat setiap perkembangan ekonomi Tiongkok akan terus menjadi faktor yang diperhatikan oleh pelaku usaha dan eksportir di Balikpapan,” timpalnya. (rd)
Editor : Romdani.