Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Ekspor Balikpapan Masih Bergantung pada Nonmigas, Kontribusinya Tembus 84 Persen

Ulil Mu'Awanah • Jumat, 17 Juli 2026 | 20:06 WIB
KOMODITAS ANDALAN: Kontribusi terbesar terhadap perdagangan luar negeri daerah tetap berasal dari kelompok nonmigas yang menyumbang hampir 84 persen dari total ekspor, utamanya batu bara. PANDU/KP
KOMODITAS ANDALAN: Kontribusi terbesar terhadap perdagangan luar negeri daerah tetap berasal dari kelompok nonmigas yang menyumbang hampir 84 persen dari total ekspor, utamanya batu bara. PANDU/KP

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Struktur ekspor Balikpapan hingga Mei 2026 masih didominasi komoditas nonmigas. Meski sektor minyak dan gas (migas) mencatat pertumbuhan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, kontribusi terbesar terhadap perdagangan luar negeri daerah tetap berasal dari kelompok nonmigas yang menyumbang hampir 84 persen dari total ekspor.

Mulai Januari hingga Mei 2026, nilai ekspor kumulatif mencapai USD 1,40 miliar. Dari jumlah tersebut, ekspor nonmigas berkontribusi sebesar 83,84 persen, sedangkan migas hanya menyumbang 16,16 persen. Besarnya porsi ekspor nonmigas menunjukkan sektor tersebut masih menjadi fondasi utama perdagangan internasional Balikpapan.

"Kelompok nonmigas masih mendominasi struktur ekspor Balikpapan. Hingga Mei 2026 kontribusinya mencapai 83,84 persen dari total nilai ekspor," ucap Kepala BPS Balikpapan Marinda Dama, Jumat (17/7).

Baca Juga: Peminat Membeludak, Inden Vario Evo 160 di Kaltim Tembus Ratusan Unit

Pada Mei 2026 saja, nilai ekspor nonmigas tercatat sebesar USD 370,66 juta, jauh lebih tinggi dibandingkan ekspor migas yang sebesar USD 79,89 juta. Meski demikian, dibandingkan April 2026, ekspor nonmigas mengalami penurunan sebesar 20,82 persen sehingga menjadi penyebab utama melemahnya total ekspor Balikpapan.

Menurut Marinda, besarnya kontribusi nonmigas menunjukkan aktivitas industri pengolahan dan sektor berbasis sumber daya alam masih menjadi penggerak utama perdagangan luar negeri daerah. Oleh karena itu, perkembangan sektor tersebut akan sangat menentukan arah pertumbuhan ekspor Balikpapan ke depan.

Data BPS juga memperlihatkan bahwa industri pengolahan menjadi penyumbang terbesar dalam kelompok ekspor nonmigas dengan pangsa mencapai 72,52 persen. Sementara sektor pertambangan dan penggalian memberikan kontribusi sebesar 27,48 persen.

Komposisi tersebut menggambarkan bahwa ekspor Balikpapan masih didominasi produk hasil pengolahan industri dan komoditas berbasis sumber daya alam. "Kondisi ini memberikan peluang besar ketika permintaan global meningkat, tetapi juga membuat kinerja ekspor cukup sensitif terhadap fluktuasi harga komoditas dunia dan kondisi ekonomi negara tujuan," ujarnya.

Baca Juga: Cuaca Terik dan Efisiensi Anggaran Tak Surutkan Semangat 42 Calon Paskibraka Samarinda

Di sisi lain, sektor migas menunjukkan perkembangan positif secara tahunan. Nilai ekspor migas pada Mei 2026 meningkat 73,95 persen dibandingkan Mei tahun sebelumnya. Namun karena kontribusinya terhadap total ekspor masih relatif kecil, peningkatan tersebut belum mampu sepenuhnya mengimbangi pelemahan yang terjadi pada sektor nonmigas.

Marinda menilai penguatan ekspor ke depan memerlukan keseimbangan antara peningkatan sektor migas dan pemulihan sektor nonmigas. Dengan struktur ekspor yang masih didominasi nonmigas, peningkatan daya saing industri pengolahan menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga pertumbuhan perdagangan luar negeri Balikpapan.

Ke depan, diversifikasi produk ekspor serta perluasan pasar internasional dinilai menjadi langkah penting agar ketergantungan terhadap komoditas tertentu dapat dikurangi. Strategi tersebut diharapkan mampu memperkuat daya tahan ekspor Balikpapan di tengah dinamika ekonomi global yang masih berfluktuasi.

"Perbaikan kinerja ekspor akan lebih optimal apabila sektor nonmigas dapat kembali tumbuh. Mengingat kontribusinya sangat besar, setiap peningkatan pada kelompok ini akan memberikan dampak yang signifikan terhadap total ekspor daerah," katanya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
perdagangan luar negeri Balikpapan ekspor migas Balikpapan Ekspor Balikpapan ekspor nonmigas BPS Balikpapan