KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Kinerja industri pembiayaan di sektor Pembiayaan, Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro (PVML) masih menunjukkan pertumbuhan positif hingga Mei 2026. Salah satu penopangnya berasal dari industri pinjaman daring (pindar) yang terus mencatatkan ekspansi pembiayaan.
Dijelaskan Kepala Otoritas Jasa Keuangan Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (OJK Kaltim-Kaltara) Misran Pasaribu, outstanding pembiayaan pindar pada Mei 2026 mencapai Rp103,73 triliun, atau tumbuh 25,60 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Menurut Misran, di tengah pertumbuhan tersebut, kualitas pembiayaan tetap terjaga. Tingkat risiko kredit macet agregat atau TWP90 berada di level 4,42 persen, membaik dibandingkan April 2026 yakni 4,62 persen.
Baca Juga: Perjalanan Ke Luar Negeri melalui Kaltim Turun 40,58 Persen pada Mei 2026
Sementara itu, piutang pembiayaan perusahaan pembiayaan mencapai Rp513,19 triliun, atau tumbuh 1,71 persen secara tahunan. Pertumbuhan tersebut terutama didorong pembiayaan modal kerja yang meningkat 7,96 persen.
Di sisi lain, pembiayaan Buy Now Pay Later (BNPL) yang disalurkan perusahaan pembiayaan juga masih mencatatkan pertumbuhan tinggi, yakni 53,78 persen secara tahunan menjadi Rp13,18 triliun.
"Kondisi industri pembiayaan secara umum tetap terjaga. Rasio Non-Performing Financing (NPF) gross tercatat 3,06 persen, sedangkan gearing ratio berada di level 2,14 kali atau masih jauh di bawah batas maksimum 10 kali," sebut Misran.
Ia menambahkan, pembiayaan modal ventura juga kembali tumbuh positif 0,09 persen secara tahunan menjadi Rp16,36 triliun, setelah sebelumnya mengalami kontraksi. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo