KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Gelaran Festival Karya CBP (Cinta Bangga Paham) Rupiah di Taman Bekapai yang berakhir 19 Juli 2026, tak hanya menjadi sarana edukasi ekonomi.
Bagi para pedagang di stan makanan, festival tiga hari ini menjadi momentum emas untuk menjajakan produk sekaligus berinteraksi langsung dengan masyarakat.
Dari pantauan Kaltim Post, para pengunjung silih berganti memadati stan-stan makanan yang menyajikan perpaduan antara jajanan tradisional hingga tren kuliner masa kini. Ayu, salah seorang pemilik usaha kuliner lokal yang membuka stan mengaku sangat terbantu dengan adanya acara ini.
Baca Juga: Festival CBP Rupiah Semarakkan Taman Bekapai, Edukasi Keuangan Dikemas Lewat Kuliner dan Seni
"Sampai hari terakhir ini acaranya ramai terus, lumayan lah yang datang ke stan kami, ada kupon dari panitia juga buat pengunjung yang bisa ditukarkan ke stan kami, jadi ya lumayan," ungkap Ayu, ketika didatangi ke stan kulinernya.
Menurut Ayu, adanya edukasi mengenai cara transaksi menggunakan Rupiah yang bijak juga berdampak positif pada operasional stan. "Kami jadi lebih mudah saat melayani transaksi, karena disini kan rata-rata pakai QRIS karena sudah teredukasi juga mungkin ya," tambahnya.
Selain pelaku UMKM, stan kuliner yang dikelola oleh siswa dari berbagai sekolah juga menjadi primadona. Banyak pengunjung yang berdatangan ke masing-masing stan sekolah yang ada, siswa-siswa berseragam tampak sibuk melayani tamunya.
Ada yang menjajakan hasil olahan dari sekolah, ada yang berupa cek kesehatan, maupun sebar brosur keunggulan sekolahnya.
Kehadiran stan-stan kuliner ini bukan sekadar pelengkap, melainkan menjadi "jembatan" bagi masyarakat untuk lebih dekat dengan kampanye Cinta, Bangga, Paham Rupiah. Transaksi jual-beli yang terjadi di area Taman Bekapai menjadi praktik nyata literasi keuangan dalam skala mikro. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo