Efek Derawan dan Penyangga IKN, Wisatawan Nusantara Paling Banyak Serbuan Berau dan PPU Sepanjang 2026!

Raden Roro Mira Budi Asih • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 18:18 WIB
DAYA TARIK UTAMA: Panorama Kepulauan Derawan, Berau. BPS Kaltim mencatat Berau menjadi magnet terbesar pergerakan wisatawan nusantara dengan pertumbuhan kumulatif tertinggi mencapai 15,68 persen. (FOTO: RADEN RORO MIRA/KALTIM POST)
DAYA TARIK UTAMA: Panorama Kepulauan Derawan, Berau. BPS Kaltim mencatat Berau menjadi magnet terbesar pergerakan wisatawan nusantara dengan pertumbuhan kumulatif tertinggi mencapai 15,68 persen. (FOTO: RADEN RORO MIRA/KALTIM POST)

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Berau menjadi destinasi dengan pertumbuhan perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) tertinggi di Kalimantan Timur selama Januari-Mei 2026. Kinerja tersebut mengungguli seluruh kabupaten/kota lain di Benua Etam. Kumulatif lima bulan pertama tahun ini, pertumbuhan perjalanan wisnus menuju Berau mencapai 15,68 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Posisi berikutnya ditempati Penajam Paser Utara dengan pertumbuhan 15,50 persen, disusul Bontang 1,45 persen dan Kutai Kartanegara 0,65 persen. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Mas’ud Rifai mengatakan, Berau menjadi daerah tujuan dengan pertumbuhan paling tinggi selama Januari hingga Mei 2026. Sementara itu, jika dibandingkan April 2026, perjalanan wisnus menuju Berau juga mencatat kenaikan tertinggi pada Mei 2026, yakni 13,97 persen.

Pertumbuhan juga terjadi di Paser 12,98 persen, Kutai Kartanegara 11,99 persen, Bontang 11,26 persen, Penajam Paser Utara 10,70 persen, Mahakam Ulu 7,99 persen, Balikpapan 6,96 persen, Kutai Barat 4,82 persen, Kutai Timur 1,54 persen, dan Samarinda 0,59 persen.

Di sisi lain, masih ada sejumlah daerah yang mencatat penurunan perjalanan wisnus secara kumulatif selama Januari-Mei 2026. "Penurunan terdalam terjadi di Kutai Barat 9,71 persen, disusul Samarinda 5,22 persen, Paser 3,86 persen, Balikpapan 2,71 persen, Kutai Timur 1,53 persen, dan Mahakam Ulu 0,27 persen," tutup Mas'ud.  (riz)

Editor : Muhammad Rizki
berau objek wisata alam Ibu Kota Nusantara (IKN) derawan destinasi wisata alam