Bukit Doa Disiapkan Jadi Destinasi Wisata Religi, Bidik Wisatawan Nasional hingga Asing, Tangkap Peluang IKN

Putra Malinau • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 19:01 WIB
TAWARKAN KETENANGAN: Bukit Doa di Sepinggan, Balikpapan Selatan memiliki sejumlah fasilitas seperti gereja, jalur doa, area peribadatan, serta pemandangan alam yang menjadi daya tarik bagi wisatawan.
TAWARKAN KETENANGAN: Bukit Doa di Sepinggan, Balikpapan Selatan memiliki sejumlah fasilitas seperti gereja, jalur doa, area peribadatan, serta pemandangan alam yang menjadi daya tarik bagi wisatawan.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Bukit Doa di Kelurahan Sepinggan, Kecamatan Balikpapan Selatan, terus berbenah. Kawasan yang mulai dibangun sejak 2019 itu diproyeksikan menjadi salah satu destinasi wisata rohani di Kaltim yang mampu menarik pengunjung dari berbagai daerah hingga mancanegara.

Bukit Doa dikembangkan dengan konsep yang memadukan tempat ibadah, ruang refleksi dan wisata religi dalam balutan suasana alam yang asri. Pembangunan kawasan dilakukan secara bertahap dengan menambah berbagai fasilitas untuk menunjang kenyamanan pengunjung.

Kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) turut membuka peluang lebih besar bagi pengembangan kawasan tersebut. Mobilitas masyarakat dari berbagai daerah dan negara yang meningkat di sekitar kawasan IKN dinilai menjadi momentum bagi Bukit Doa untuk memperluas daya tariknya.

Baca Juga: Kemenag Kaltim Tegaskan Zero Tolerance Kekerasan di Pesantren, Perkuat Pengawasan hingga Satgas

Pemandu Wisata Bukit Doa, Frans, menjelaskan pada awal pembangunannya, kawasan tersebut memang diperuntukkan bagi masyarakat Kalimantan. Namun, perkembangan kawasan penyangga IKN membawa perubahan besar terhadap visi Bukit Doa.

"Waktu pertama kali Bukit Doa ini dibangun memang untuk khusus orang Kalimantan saja. Tapi dengan adanya IKN, orang dari mana saja bisa ke sini, bahkan orang dari luar negeri pun pernah ke sini. Makanya gereja di sini nantinya di namakan Gereja Segala Bangsa, karena siapa saja bisa datang," jelas Frans.

Bukit Doa sendiri mulai dikembangkan sebagai kawasan wisata rohani yang memadukan keindahan alam dengan tempat ibadah, doa dan refleksi. Kawasan ini memiliki sejumlah fasilitas seperti gereja, jalur doa, area peribadatan, serta pemandangan alam yang menjadi daya tarik bagi wisatawan maupun jemaat yang ingin beribadah dalam suasana yang tenang.

Meski telah banyak dikunjungi masyarakat, pembangunan di kawasan Bukit Doa hingga saat ini masih terus berlangsung. Pengelola secara bertahap menambah berbagai fasilitas pendukung, termasuk pembangunan Gereja Segala Bangsa yang menjadi simbol keterbukaan bagi seluruh umat tanpa memandang asal daerah maupun negara.

Baca Juga: Midtown Hotel Samarinda Hadirkan Promo Kuliner Bulanan "Daging Masak Gongso" dengan Cita Rasa Khas Semarang

Menurut Frans, keberadaan Bukit Doa juga mulai dipercaya sebagai lokasi penyelenggaraan berbagai kegiatan keagamaan berskala besar. "Kemarin juga ada Hari Doa Nasional, tempat ini dipakai selama dua hari untuk keperluan acaranya," tambahnya.

Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa Bukit Doa semakin dikenal sebagai lokasi strategis untuk pelaksanaan agenda rohani tingkat regional maupun nasional.

Ke depan, dengan pembangunan yang masih terus berjalan serta posisinya yang dekat dengan kawasan IKN, Bukit Doa diharapkan mampu menjadi ikon wisata religi di Kalimantan Timur sekaligus destinasi yang menarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
wisata religi Balikpapan wisata rohani Balikpapan Gereja Segala Bangsa wisata religi Kaltim Destinasi Wisata Balikpapan