Buah Naik tapi NTP Hortikultura Kaltim Turun, Perkebunan dan Ternak Merosot

Raden Roro Mira Budi Asih • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 19:07 WIB
HORTIKULTURA: Kelompok buah-buahan menjadi satu-satunya yang mencatat kenaikan harga 1,19 persen di subsektor hortikultura.
HORTIKULTURA: Kelompok buah-buahan menjadi satu-satunya yang mencatat kenaikan harga 1,19 persen di subsektor hortikultura.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur mencatat seluruh subsektor pertanian mengalami penurunan Nilai Tukar Petani (NTP) pada Juni 2026. Pelemahan paling dalam terjadi pada subsektor tanaman perkebunan rakyat dan peternakan, sementara tanaman pangan, hortikultura, serta perikanan juga ikut terkoreksi.

Kepala BPS Kaltim Mas’ud Rifai mengatakan, penurunan terdalam terjadi pada Nilai Tukar Petani Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) yang merosot 6,46 persen dibandingkan Mei 2026 menjadi 198,19.

"Penurunan NTPR disebabkan karena Indeks Harga yang Diterima Petani (It) turun 5,75 persen, sebaliknya Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) naik 0,77 persen," ujarnya. Meski mengalami penurunan, Mas’ud menyebut NTP subsektor tanaman perkebunan rakyat masih menjadi yang tertinggi dibandingkan subsektor pertanian lainnya di Kaltim.

Ia menambahkan, kenaikan Ib didorong oleh meningkatnya indeks konsumsi rumah tangga 0,49 persen dan indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) 1,41 persen. Penurunan tajam juga terjadi pada Nilai Tukar Petani Peternakan (NTPT). Pada Juni 2026, angkanya tercatat 105,04 atau turun 6,28 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Menurut Mas’ud, kondisi tersebut dipicu turunnya Indeks Harga yang Diterima Petani 5,78 persen, sedangkan Indeks Harga yang Dibayar Petani naik 0,54 persen. "Indeks Harga yang Diterima Petani (It) mengalami penurunan pada seluruh kelompok, yaitu kelompok unggas sebesar 6,79 persen, kelompok ternak besar 3,89 persen, kelompok ternak kecil sebesar 2,42 persen, dan kelompok hasil-hasil ternak atau unggas 1,33 persen," katanya.

Sementara itu, subsektor tanaman pangan mencatat NTP sebesar 101,42 atau turun 0,28 persen. Penurunan terjadi karena kenaikan Indeks Harga yang Diterima Petani hanya 0,36 persen, lebih rendah dibandingkan kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani 0,64 persen.

Meski demikian, seluruh kelompok komoditas tanaman pangan masih mengalami kenaikan harga. Kelompok palawija naik 0,88 persen, sedangkan kelompok padi meningkat 0,19 persen.

Pada subsektor hortikultura, NTPH tercatat 121,44 atau turun 1,77 persen dibandingkan Mei 2026. Penurunan dipengaruhi turunnya Indeks Harga yang Diterima Petani 1,14 persen, sementara Indeks Harga yang Dibayar Petani meningkat 0,63 persen.

Mas’ud menjelaskan, kelompok buah-buahan menjadi satu-satunya yang mencatat kenaikan harga sebesar 1,19 persen. Sebaliknya, kelompok tanaman obat-obatan turun 3,37 persen dan kelompok sayur-sayuran turun 2,82 persen.

Adapun pada subsektor perikanan, Nilai Tukar Nelayan dan Pembudidaya Ikan (NTNP) sebesar 105,12 atau turun tipis 0,15 persen dibandingkan bulan sebelumnya. "Penurunan NTNP disebabkan karena Indeks Harga yang Diterima Petani (It) hanya naik sebesar 0,34 persen, sementara Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) naik  0,49 persen," tutup Mas’ud. (riz)

 

Editor : Muhammad Rizki
petani kaltim NTP Kaltim BPS KALTIM Ekonomi Kaltim Masud Rifai