KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Pemerintah terus memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha di Kalimantan Timur. Hingga akhir Juni 2026, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) telah mencapai Rp2,13 triliun yang dimanfaatkan oleh puluhan ribu pelaku usaha di berbagai sektor.
Selain KUR, pemerintah juga terus mendorong pembiayaan Ultra Mikro (UMi) bagi pelaku usaha yang belum memiliki akses terhadap kredit perbankan. Kedua program tersebut diharapkan menjadi pengungkit ekonomi kerakyatan di daerah.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kalimantan Timur Tjahjo Purnomo mengungkapkan, hingga 30 Juni 2026 terdapat 26.962 debitur. “Sedangkan Pembiayaan Ultra Mikro (UMi) terealisasi Rp35,58 miliar yang disalurkan kepada 5.663 debitur,” ujarnya.
Baca Juga: Kredit Bermasalah di Kaltim Masih Aman, NPL Mahulu Cuma 0,05 Persen
Program KUR menjadi skema pembiayaan terbesar bagi pelaku usaha. Disebutkan Tjahjo, penyaluran pembiayaan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memperluas akses modal usaha sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat.
APBN, lanjut dia, tidak hanya berperan menjaga stabilitas fiskal, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif melalui dukungan pembiayaan bagi pelaku usaha di daerah. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo