Kunjungan Kapal Menurun, Aktivitas Pelabuhan Balikpapan Masih Terjaga

Ulil Mu'Awanah • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 20:21 WIB
SEIMBANG: Lalu lintas penumpang di Pelabuhan Semayang Balikpapan mengalami koreksi cukup dalam pada Mei 2026.
SEIMBANG: Lalu lintas penumpang di Pelabuhan Semayang Balikpapan mengalami koreksi cukup dalam pada Mei 2026.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan pada Mei 2026 mencatat, jumlah kunjungan kapal di Pelabuhan Semayang dan Pelabuhan Peti Kemas Kariangau mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya. Angkanya, sebanyak 158 unit kapal bersandar di kedua pelabuhan tersebut selama Mei 2026.

Jumlah tersebut turun 0,63 persen dibandingkan April 2026 yang mencapai 159 unit. Penurunan juga terjadi pada kapasitas kapal yang tercermin dari Gross Register Tonnage (GRT) dan Length Overall (LOA).

Total GRT kapal yang tercatat pada Mei 2026 mencapai 1.653.925 GRT atau turun 8,68 persen dibandingkan April 2026. Sementara total panjang kapal atau LOA tercatat 21.793 meter, turun 7,08 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Baca Juga: Tanggapi Pengeroyokan Guru PJOK, Disdikbud Balikpapan Sebut Penanganan Harus Menyeluruh

Mengenai itu, Kepala BPS Balikpapan Marinda Dama mengatakan penurunan jumlah kunjungan kapal tidak selalu mencerminkan melemahnya aktivitas logistik secara keseluruhan. Menurutnya, indikator lain seperti volume bongkar muat juga perlu diperhatikan untuk memperoleh gambaran utuh mengenai aktivitas pelabuhan.

"Pada Mei 2026 tercatat sebanyak 158 unit kapal mengunjungi Pelabuhan Semayang dan Pelabuhan Peti Kemas Kariangau. Jumlah tersebut mengalami penurunan dibandingkan April 2026, demikian pula dengan total Gross Register Tonnage (GRT) dan Length Overall (LOA) kapal," beber Marinda.

Ia menjelaskan, fluktuasi kunjungan kapal merupakan kondisi yang lazim terjadi dalam aktivitas pelayaran. Jadwal kedatangan kapal, kapasitas angkut, hingga kebutuhan distribusi barang menjadi faktor yang memengaruhi perubahan jumlah kapal setiap bulan.

Meski jumlah kapal sedikit berkurang, aktivitas logistik justru masih menunjukkan tren positif. Berdasarkan data BPS, volume bongkar muat barang dalam negeri pada Mei 2026 meningkat dibandingkan April. Kondisi tersebut mengindikasikan distribusi barang masih berjalan dengan baik meskipun frekuensi kapal yang bersandar sedikit menurun.

Baca Juga: Pemkot Bontang Libatkan Perusahaan Ratakan Lahan Sekolah Rakyat, Agus Haris: Anggaran Tidak Ada, Kami Minta Gotong Royong

"Kapal yang datang kemungkinan memiliki kapasitas angkut lebih besar atau tingkat utilisasi yang lebih tinggi sehingga kebutuhan distribusi barang tetap dapat dipenuhi tanpa harus menambah frekuensi pelayaran," sebutnya.

Bagi Balikpapan, pelabuhan memiliki peran strategis sebagai simpul logistik di Kalimantan Timur. Selain melayani kebutuhan masyarakat kota, pelabuhan juga menjadi jalur distribusi berbagai komoditas menuju daerah-daerah lain di Kalimantan, termasuk kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Karena itu, perkembangan kunjungan kapal menjadi salah satu indikator penting yang dipantau pelaku usaha. Penurunan jumlah kapal dapat memengaruhi aktivitas perusahaan pelayaran, jasa kepelabuhanan, bongkar muat, pergudangan, hingga sektor transportasi darat yang terhubung dengan distribusi barang.

Di sisi lain, penurunan GRT sebesar 8,68 persen mengindikasikan total kapasitas kapal yang masuk ke Balikpapan lebih kecil dibandingkan bulan sebelumnya. Penurunan LOA sebesar 7,08 persen juga menunjukkan rata-rata ukuran kapal yang bersandar cenderung lebih pendek.

"Perubahan jumlah kapal, kapasitas kapal maupun aktivitas bongkar muat dipengaruhi oleh pola distribusi barang dan kebutuhan angkutan pada masing-masing periode. Oleh karena itu, seluruh indikator transportasi perlu dianalisis secara bersama untuk melihat perkembangan aktivitas ekonomi," katanya.

Ke depan, aktivitas pelabuhan diperkirakan akan kembali meningkat seiring bertambahnya kebutuhan distribusi barang pada semester kedua 2026. Berbagai proyek pembangunan, aktivitas industri, perdagangan, hingga kebutuhan logistik menuju kawasan IKN diperkirakan akan terus menopang peran Pelabuhan Semayang dan Pelabuhan Peti Kemas Kariangau sebagai gerbang logistik utama di Kaltim. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
logistik Balikpapan kunjungan kapal Balikpapan pelabuhan kariangau BPS Balikpapan pelabuhan semayang