KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Membukukan pertumbuhan pendapatan positif sepanjang tahun buku 2025 di tengah dinamika industri gas, PT Surya Biru Murni Acetylene Tbk (SBMA) mencatat pendapatan sebesar Rp 137,2 miliar atau meningkat 4,17 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 131,7 miliar.
Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh peningkatan penjualan produk liquid oksigen kepada PT Power Drillindo, yang menjadi salah satu kontributor utama terhadap kenaikan kinerja usaha.
Direktur Operasional & Marketing SBMA Fran Budianto Gunawan mengatakan laporan keuangan Perseroan yang berakhir pada 31 Desember 2025 telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Anwar dan Rekan dengan opini wajar.
Menurutnya, capaian tersebut mencerminkan ketahanan bisnis Perseroan sekaligus efektivitas strategi yang dijalankan sepanjang tahun. "Laporan Keuangan Perseroan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 merupakan laporan keuangan yang telah diaudit oleh KAP Anwar dan Rekan dengan pendapat wajar," ucap Fran.
Baca Juga: Investasi SBMA Mulai Berbuah, Pendapatan Naik dan Aset Tembus Rp249,4 Miliar
Peningkatan pendapatan itu turut diikuti kenaikan beban pokok penjualan sebesar 8,7 persen menjadi Rp 67,5 miliar dari Rp 62,2 miliar pada tahun 2024. Kenaikan biaya tersebut sejalan dengan meningkatnya volume penjualan serta aktivitas operasional perusahaan dalam memenuhi permintaan pasar.
Meski demikian, Perseroan tetap mampu menjaga kinerja keuangannya pada level yang positif. Laba periode berjalan setelah pajak tercatat sebesar Rp 11,8 miliar.
Angka tersebut memang lebih rendah dibandingkan laba tahun sebelumnya yang mencapai Rp 13,3 miliar, namun penurunan tersebut dipengaruhi meningkatnya beban administrasi yang muncul seiring bertambahnya aktivitas investasi perusahaan.
Di sisi lain, total penghasilan komprehensif justru menunjukkan lonjakan signifikan. Pada tahun 2025, total penghasilan komprehensif meningkat dari Rp 114 juta menjadi sekitar Rp 3,1 miliar.
Baca Juga: Agung Sakti Pribadi Kembali Pimpin APTISI Balikpapan, Fokus Siapkan SDM untuk IKN
Peningkatan ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan kondisi keuangan Perseroan tetap mengalami penguatan meskipun terdapat tekanan terhadap laba bersih akibat meningkatnya biaya operasional dan investasi.
Kinerja tersebut tidak terlepas dari langkah Perseroan yang sejak beberapa tahun terakhir terus memperkuat kapasitas produksi melalui investasi pada aset strategis.
Pengembangan infrastruktur produksi yang dilakukan menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan keandalan pasokan gas industri sekaligus memperluas kemampuan perusahaan dalam memenuhi kebutuhan pelanggan.
Investasi tersebut meliputi pengadaan Air Separation Plant, tabung gas, tangki penyimpanan, kendaraan operasional, hingga aset pendukung lainnya. Hingga akhir 2025, total aset tetap bersih Perseroan mencapai sekitar Rp 249,4 miliar, meningkat dibandingkan Rp 248,1 miliar pada tahun sebelumnya.
Selain peningkatan aset tetap, Perseroan juga mencatat kenaikan signifikan pada uang muka pembelian aset tetap yang mencapai Rp 6,57 miliar, jauh lebih tinggi dibandingkan Rp 0,93 miliar pada tahun 2024. Realisasi tersebut menjadi indikasi bahwa ekspansi bisnis masih terus berjalan dan akan menjadi fondasi pertumbuhan perusahaan pada periode-periode berikutnya.
Penguatan fundamental perusahaan juga tercermin dari posisi ekuitas yang terus bertambah. Hingga 31 Desember 2025, total ekuitas Perseroan mencapai Rp 239,08 miliar atau naik sekitar 4,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp227,90 miliar.
Baca Juga: Hetifah Dukung Putusan MK: Anggaran Makan Bergizi Gratis Tak Lagi Diambil dari Dana Pendidikan
Kenaikan ekuitas tersebut didukung oleh peningkatan saldo laba serta penghasilan komprehensif lainnya. Saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya meningkat menjadi Rp 42,66 miliar dari sebelumnya Rp 31,87 miliar. Sementara saldo laba yang telah ditentukan penggunaannya naik menjadi Rp 3,50 miliar dibandingkan Rp 2,50 miliar pada tahun sebelumnya.
Perseroan juga tetap menunjukkan komitmennya kepada pemegang saham melalui pembagian dividen sebesar Rp 4,74 miliar. Nilai tersebut meningkat signifikan dibandingkan dividen tahun sebelumnya yang sebesar Rp 1,02 miliar. Kebijakan tersebut dilakukan dengan tetap menjaga keseimbangan antara pemberian imbal hasil kepada pemegang saham dan kebutuhan pendanaan untuk pengembangan usaha.
Lanjut Fran, secara keseluruhan capaian keuangan tahun 2025 menggambarkan keberhasilan strategi perusahaan dalam menjaga pertumbuhan di tengah berbagai tantangan industri.
Baca Juga: Outsourcing DLH Bontang Ditangkap Kasus Sabu, Wali Kota Neni: Tidak Ada Ampun bagi Pelaku Narkoba
"Kinerja positif yang tercermin dalam pertumbuhan aset, peningkatan laba, serta penguatan ekuitas menunjukkan kemampuan Perseroan dalam beradaptasi dan bertumbuh di tengah dinamika industri," ujarnya.
Untuk mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan, Perseroan menerapkan tiga strategi utama sepanjang 2025, yakni meningkatkan efisiensi proses produksi, mempercepat digitalisasi sistem operasional, serta memperkuat aspek keselamatan kerja dan mutu produk.
Optimalisasi pengelolaan energi dan peningkatan utilisasi kapasitas pabrik juga terus dilakukan guna menjaga produktivitas sekaligus meningkatkan efisiensi biaya operasional.
Strategi tersebut menjadi bagian dari upaya Perseroan memperkuat daya saing di industri gas nasional sekaligus memastikan kesiapan perusahaan dalam memenuhi kebutuhan pasar yang terus berkembang.
"Dengan fondasi keuangan yang tetap solid, investasi yang terus berjalan, serta strategi operasional yang terarah, SBMA optimistis mampu mempertahankan tren pertumbuhan sekaligus menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi para pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan," tuturnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo