KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Lonjakan ekspor nonmigas Kalimantan Timur pada Juni 2026 tidak hanya ditopang komoditas tambang. Kelompok lemak dan minyak hewani/nabati justru menjadi penyumbang kenaikan terbesar dengan pertumbuhan lebih dari dua kali lipat dibandingkan bulan sebelumnya.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim mencatat, nilai ekspor golongan lemak dan minyak hewani/nabati meningkat dari USD 138,04 juta pada Mei menjadi USD 301,91 juta pada Juni 2026.
Baca Juga: Ekspor Kaltim Naik 18,53 Persen pada Juni 2026, Nilainya Tembus USD2,16 Miliar
Komoditas tersebut menjadi penyumbang terbesar terhadap peningkatan ekspor nonmigas selama Juni.
“Peningkatan nilai ekspor nonmigas terbesar terjadi pada golongan barang lemak dan minyak hewani/nabati yang naik USD 163,87 juta atau 118,71 persen dibandingkan Mei 2026,” papar Kepala BPS Kaltim Mas’ud Rifai.
Selain itu, ekspor bahan bakar mineral juga masih menunjukkan penguatan. Nilainya bertambah USD 69,72 juta atau 5,11 persen menjadi USD 1,432 miliar. Sementara golongan pupuk mencatat kenaikan tertinggi secara persentase setelah minyak nabati, yakni melonjak 139,04 persen menjadi USD 80,58 juta.
Di sisi lain, tidak semua komoditas mengalami pertumbuhan. Penurunan paling dalam terjadi pada golongan besi dan baja. Nilai ekspornya turun USD 8,12 juta atau 51,07 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Baca Juga: Gelombang PHK di Sektor Pertambangan Kaltim, Disnakertras Tegaskan Kondisi Relatif Kondusif
Secara keseluruhan, nilai ekspor nonmigas pada Juni 2026 mencapai USD 1,99 miliar, meningkat 17,85 persen dibandingkan Mei yang sebesar USD 1,688 miliar.
“Selama Januari-Juni 2026, sepuluh golongan barang memberikan kontribusi 99,77 persen terhadap total ekspor nonmigas. Golongan bahan bakar mineral menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi mencapai 75,14 persen,” katanya.
Selain bahan bakar mineral, kontribusi terbesar berikutnya berasal dari golongan lemak dan minyak hewani/nabati 13,63 persen, disusul berbagai produk kimia 4,54 persen, bahan kimia anorganik 2,63 persen, serta pupuk 2,14 persen terhadap total ekspor nonmigas selama semester pertama 2026. (*)
Editor : Duito Susanto