KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Kinerja ekspor nonmigas Kalimantan Timur kembali menguat pada Juni 2026. Di tengah dominasi Tiongkok sebagai pasar utama, India dan Australia justru menjadi negara dengan pertumbuhan ekspor tertinggi dibandingkan bulan sebelumnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur, nilai ekspor nonmigas ke-13 negara tujuan utama mencapai USD1,77 miliar pada Juni 2026. Angka tersebut meningkat USD204,94 juta atau 13,10 persen dibandingkan Mei 2026.
Baca Juga: Mitsubishi Fuso Perkuat Layanan Nasional, Miliki 19 Bengkel 24 Jam dan 135 Mobile Workshop
Kepala BPS Kalimantan Timur Mas'ud Rifai menjelaskan, kenaikan tersebut didorong meningkatnya permintaan dari sejumlah negara mitra dagang.
"Peningkatan nilai ekspor ke negara tujuan utama terutama dipengaruhi oleh kenaikan ekspor ke India sebesar USD85,88 juta atau 45,47 persen, Australia USD45,77 juta atau 162,71 persen, serta Malaysia USD37,50 juta atau 40,29 persen," ujarnya, Kamis (6/8).
Selain ketiga negara tersebut, Bangladesh juga mencatat pertumbuhan ekspor sebesar USD35,26 juta atau 59,31 persen. Sementara itu, ekspor ke Tiongkok tetap mengalami kenaikan sebesar 4,85 persen menjadi USD634,78 juta pada Juni 2026.
Baca Juga: Kabar Baik buat yang Doyan Belanja Online, Purbaya Tunda Pajak Toko Online 2026
Namun, tidak semua pasar menunjukkan tren positif. Jepang menjadi negara dengan penurunan ekspor paling besar setelah nilainya menyusut USD44,39 juta atau 34,35 persen. Penurunan juga terjadi pada ekspor ke Taiwan, Filipina, serta beberapa negara di kawasan Uni Eropa.
Meski pertumbuhan ekspor ke India dan Australia sangat signifikan, Tiongkok masih menjadi mitra dagang terbesar Kalimantan Timur sepanjang semester pertama 2026.
Mas'ud menyebutkan, selama Januari hingga Juni 2026, nilai ekspor nonmigas Kaltim ke Tiongkok mencapai USD3,23 miliar atau berkontribusi 33,91 persen terhadap total ekspor nonmigas.
Baca Juga: Spesial Kemerdekaan: Lahir 17 Agustus, Perpanjang SIM A dan C Gratis di Polres PPU!
Di posisi kedua terdapat India dengan nilai ekspor USD1,31 miliar atau menyumbang 13,57 persen. Sementara Filipina berada di urutan ketiga dengan nilai ekspor USD889,36 juta atau berkontribusi 9,20 persen.
BPS juga mencatat kawasan ASEAN masih menjadi pasar regional terbesar bagi komoditas nonmigas asal Bumi Etam. Selama Januari–Juni 2026, nilai ekspor ke negara-negara ASEAN mencapai USD2,49 miliar atau berkontribusi 25,76 persen terhadap total ekspor nonmigas. Adapun ekspor ke kawasan Uni Eropa tercatat sebesar USD148,63 juta dengan pangsa 1,54 persen.
Secara kumulatif, nilai ekspor nonmigas Kalimantan Timur ke 13 negara tujuan utama selama Januari–Juni 2026 meningkat 7,87 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Capaian tersebut menunjukkan permintaan pasar global terhadap komoditas ekspor Kaltim masih tumbuh positif, meski laju pertumbuhannya bervariasi di setiap negara tujuan.
Editor : Dwi Restu A