KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Mencari tempat kongkow dengan sajian yang berbeda? Horison Hotel Samarinda kini menghadirkan pilihan menu baru yang memadukan cita rasa tradisional dan tren kekinian. Mulai dari Lemet Rasa Nusantara yang dikemas lebih premium hingga dua racikan kopi spesial, Coconut Samba Coffee dan Canadian Brew, siap menjadi teman bersantai kapan saja.
Executive Chef Horison Hotel Samarinda, Tulus Eko Waluyo, mengatakan Lemet Rasa Nusantara merupakan interpretasi baru dari lemet yang selama ini dikenal sebagai jajanan tradisional yang biasanya berbalut daun pisang.
Berbeda dari penyajian umumnya, lemet di Horison dicetak berbentuk oval sehingga tampil lebih modern dan premium. Menu yang dibanderol Rp35 ribu itu juga disajikan dengan sentuhan warna merah dan putih sebagai bentuk penyambutan peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia.
Baca Juga: Jaga Keran Kas Daerah, Pemkab PPU Perketat Pengadaan Barang dan Jasa TA 2026
Tak hanya mengandalkan lemet sebagai sajian utama, hidangan tersebut hadir dalam tiga layer, bagian atasnya fla santan manis, lemet dan di bawahnya bipang ketan manis, dan kuah santan manis di sekelilingnya sehingga menghadirkan perpaduan tekstur renyah, lembut, dan gurih dalam satu suapan.
“Semua tetap mengedepankan rasa tradisional, hanya tampilannya kami buat lebih modern,” katanya kepada Kaltim Post. Tak hanya menghadirkan kudapan Nusantara, Horison Hotel Samarinda juga meluncurkan dua minuman baru yang mengusung tren kopi kekinian, yakni Coconut Samba Coffee dan Canadian Brews. Keduanya dibanderol Rp40 ribu per gelas.
Waiters Horison Hotel Samarinda, Anugrah Putra Habytama, mengatakan Coconut Samba Coffee lahir dari tren minuman berbahan dasar kelapa yang kini semakin diminati masyarakat.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Film Baru Akhir Pekan Ini, Ceritanya Bikin Penasaran dari Drama hingga Horor
“Karena sekarang banyak yang suka minuman berbasis kelapa, kami padukan dengan kopi. Jadinya tetap ada rasa kopi, tapi juga segar, cocok dinikmati saat musim kemarau,” ujarnya.
Minuman tersebut memadukan air kelapa, espresso, whipping cream, dan simple syrup yang diproses menggunakan teknik foam sehingga menghasilkan tampilan berlapis. Dia menyarankan minuman ini dinikmati tanpa diaduk agar penikmat dapat merasakan sensasi setiap lapisan rasa, mulai dari foam hingga perpaduan kopi dan air kelapa di bagian bawah.
Sementara itu, Canadian Brew terinspirasi dari Kanada sebagai salah satu tuan rumah Piala Dunia. Berbasis caffe latte, minuman ini menggunakan maple syrup sebagai pemanis utama yang memberikan aroma khas dan rasa manis yang unik. Bagian atasnya dihiasi dengan bubuk cocoa yang dibentuk seperti bendera Kanada.
“Kalau Canadian Brews memang harus diaduk dulu supaya rasa maple, susu, dan kopinya menyatu. Beda dengan Coconut Samba Coffee yang lebih menarik dinikmati per layer,” pungkasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo