KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN — Harga-harga di Balikpapan kembali bergerak naik sepanjang setahun terakhir. Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan mencatat inflasi tahunan pada Juli 2026 mencapai 3,06 persen. Angka tersebut tercermin dari kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 109,46 pada Juli 2025 menjadi 112,81 pada Juli 2026.
Terkait hal tersebut, Kepala BPS Balikpapan Marinda Dama mengatakan, tekanan inflasi tahunan tidak datang dari seluruh kelompok pengeluaran. Sejumlah sektor justru mengalami penurunan indeks, sementara beberapa kelompok lain menjadi sumber utama kenaikan harga.
“Pada Juli 2026 terjadi inflasi year-on-year sebesar 3,06 persen. Kenaikan tersebut ditunjukkan oleh meningkatnya indeks pada delapan kelompok pengeluaran,” kata Marinda.
Kelompok transportasi menjadi penyumbang paling besar. Dalam setahun, kelompok ini mengalami inflasi 14,48 persen. Kenaikan tersebut sekaligus memberikan andil 1,94 persen terhadap inflasi tahunan Balikpapan.
Baca Juga: Perwali Jam Edar Bakal Diterbitkan, "Raksasa Jalanan" yang Melanggar Diancam Denda Rp 5 Juta
Tekanan berikutnya datang dari kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mengalami inflasi 9,47 persen dengan andil 0,59 persen.
Sementara kelompok makanan, minuman dan tembakau mencatat inflasi 1,64 persen dan memberikan andil 0,53 persen. Kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga mengalami inflasi 1,60 persen dengan andil 0,07 persen.
Kelompok kesehatan mencatat inflasi 2,44 persen dan memberikan andil 0,06 persen. Kemudian penyediaan makanan dan minuman/restoran mengalami inflasi 0,52 persen dengan andil 0,05 persen.
Kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan serta pendidikan masing-masing mencatat inflasi 0,15 persen dan 0,19 persen. Keduanya memberikan andil masing-masing 0,01 persen.
Baca Juga: Sungai Mahakam Surut Buat Sembako Langka, Gubernur Rudy Mas’ud Minta Buka Jalur Darat Mahulu
Di sisi lain, tidak semua harga bergerak naik. Kelompok pakaian dan alas kaki mengalami deflasi 0,16 persen. Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga turun 1,03 persen, sedangkan kelompok rekreasi, olahraga dan budaya turun 1,66 persen.
“Pergerakan harga pada Juli menunjukkan ada kelompok yang memberikan tekanan inflasi, tetapi ada pula kelompok yang menahan laju inflasi melalui penurunan indeks,” ujar Marinda.
Secara bulanan, Balikpapan mencatat inflasi 0,25 persen. Sementara secara year-to-date, inflasi hingga Juli 2026 mencapai 2,50 persen.
BPS mencatat sejumlah komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi tahunan antara lain bensin, angkutan udara, emas perhiasan, pelumas atau oli mesin, rokok kretek mesin, beras, pemeliharaan kendaraan, air kemasan, ikan layang, minyak goreng, hingga makanan siap santap. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo