Nigeria Jadi Pemasok Impor Terbesar Balikpapan, Brazil Melonjak 193.228 Persen pada Juni 2026

Ulil Mu'Awanah • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:10 WIB
NAIK: Lonjakan impor minyak mentah menjadi sorotan utama dalam perkembangan perdagangan luar negeri Balikpapan.
Impor

KALTIMPOST.ID-Lonjakan impor Balikpapan pada Juni 2026 tidak hanya tercermin dari besarnya nilai transaksi, tetapi juga perubahan komposisi negara asal barang. Nigeria muncul sebagai pemasok terbesar, disusul Gabon dan Brazil.

Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan mencatat nilai impor dari Nigeria mencapai USD 375,38 juta. Jumlah tersebut setara 31,83 persen dari total impor Balikpapan yang mencapai USD 1,18 miliar.

Gabon menempati posisi kedua dengan nilai USD 183,04 juta atau berkontribusi 15,52 persen. Sementara Brazil berada di urutan ketiga dengan USD 135,33 juta atau 11,48 persen.

Baca Juga: Gratispol Perguruan Tinggi Masih Hadapi Sejumlah Kendala, DPRD Kaltim Minta Koordinasi Diperkuat

Kepala BPS Balikpapan Marinda Dama mengatakan, perubahan nilai impor dari sejumlah negara asal turut membentuk lonjakan impor pada Juni.

“Peningkatan impor pada Juni terjadi seiring adanya perubahan nilai impor dari beberapa negara asal utama. Nigeria menjadi negara dengan nilai impor terbesar, kemudian Gabon dan Brazil,” kata Marinda.

Perubahan paling mencolok terjadi pada Brazil. Pada Mei, impor dari negara tersebut hanya USD 0,07 juta. Sebulan kemudian nilainya melonjak menjadi USD 135,33 juta.

Dengan demikian, impor dari Brazil bertambah USD 135,26 juta atau meroket 193.228,57 persen secara bulanan.

Lonjakan tajam juga terjadi pada Malaysia. Nilainya meningkat dari USD 0,48 juta pada Mei menjadi USD 38,79 juta pada Juni atau tumbuh 7.981,25 persen.

Amerika Serikat mencatat peningkatan lebih moderat, yakni 36,44 persen. Nilainya naik dari USD 37,70 juta menjadi USD 51,44 juta.

Sebaliknya, impor dari Singapura turun 56,13 persen, dari USD 130,38 juta menjadi USD 57,19 juta. Uni Emirat Arab bahkan tidak mencatat impor pada Juni setelah pada Mei mencapai USD 77,81 juta.

Baca Juga: Pengamat Unmul Nilai Seragam Gratis Relevan tapi Harus Prioritaskan Murid yang Membutuhkan

Impor dari Tiongkok naik 11,46 persen, dari USD 7,94 juta menjadi USD 8,85 juta. Sementara kelompok negara lainnya memberikan kontribusi USD 329,13 juta atau 27,91 persen terhadap total impor.

Dominasi tiga negara teratas cukup besar. Nigeria, Gabon, dan Brazil secara kumulatif menyumbang USD 693,75 juta atau sekitar 58,83 persen dari keseluruhan impor Balikpapan pada Juni.

“Komposisi negara asal impor pada Juni cukup beragam. Namun kontribusi terbesar berasal dari Nigeria, Gabon dan Brazil,” ujar Marinda.

Perubahan negara pemasok tersebut berlangsung bersamaan dengan melonjaknya kebutuhan impor Balikpapan, terutama kelompok migas.

Pada periode yang sama, impor minyak mentah tercatat meningkat 1.167,03 persen secara bulanan. (rd)

Editor : Romdani.
impor Balikpapan bahan bakar minyak (bbm) ibu kota nusantara kota balikpapan minyak mentah