KALTIMPOST.ID-Pembangunan Koperasi Merah Putih (KMP) di sejumlah kelurahan di Balikpapan tidak hanya dipandang sebagai pembangunan sarana ekonomi.
Dalam proses pengerjaannya, Kodim 0905/Balikpapan juga melibatkan masyarakat sekitar melalui pola padat karya.
Dalam hal ini, Dandim 0905/Balikpapan Kolonel Inf Denny Salurerung mengatakan, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam proses pembangunan KMP.
Warga dilibatkan terutama untuk pekerjaan yang tidak memerlukan keterampilan khusus.
Baca Juga: Nigeria Jadi Pemasok Impor Terbesar Balikpapan, Brazil Melonjak 193.228 Persen pada Juni 2026
Sementara pekerjaan yang membutuhkan keahlian tertentu tetap dikerjakan oleh tenaga yang memiliki kompetensi, seperti pekerjaan instalasi listrik maupun konstruksi bagian atap.
“Untuk pelibatan sendiri, kita ‘kan ini kegiatan padat karya. Kegiatan padat karya ini kita melibatkan masyarakat di tempat untuk membantu pembangunan, mulai dari tahap penggalian sampai dengan instalasi atap dan sebagainya,” kata Denny.
Ia menjelaskan, tidak seluruh pekerjaan dikerjakan oleh anggota TNI. Dalam prosesnya, masyarakat setempat ikut mengambil peran sehingga keberadaan proyek pembangunan dapat memberikan manfaat ekonomi secara langsung.
“Memang ada tukang yang kita gunakan untuk bagian-bagian yang membutuhkan keahlian, contohnya merangkai instalasi atap, merangkai listrik dan sebagainya. Kalau yang tidak memerlukan tenaga keahlian, kami melibatkan masyarakat yang ada di situ,” ujarnya.
Menurutnya, pola tersebut sekaligus menjadi upaya membangun hubungan yang lebih dekat antara TNI dan masyarakat.
Selain membantu percepatan pembangunan, masyarakat memperoleh tambahan pendapatan selama kegiatan berlangsung.
“Masyarakat yang terlibat di situ memang ada gaji tersendiri buat mereka. Jadi bisa membantu mata pencarian mereka. Minimal ada uang tambahan dan perekonomian di situ juga bisa berjalan,” jelasnya.
Baca Juga: Impor Balikpapan Juni 2026 Tembus USD 1,18 Miliar, Minyak Mentah Meroket 1.167 Persen
Kodim 0905/Balikpapan saat ini terlibat dalam pembangunan sejumlah KMP di Balikpapan.
Dari 34 kelurahan, sejumlah titik telah selesai dan sebagian lainnya masih dalam proses pembangunan maupun pencarian lahan.
Denny menyebut pembangunan dilakukan berdasarkan pembagian tugas antara pemerintah daerah dan pihak pelaksana pembangunan.
Pemerintah setempat berperan dalam menyiapkan lahan, sedangkan Kodim mendampingi proses pembangunan fisik.
Sejumlah lokasi yang disebut telah maupun sedang masuk dalam program pembangunan antara lain Karang Joang, Manggar, Manggar Baru, Tritip, Lamaru, Sumber, maupun yang ada di Gunung Samarinda.
Namun, tahapan pembangunan belum otomatis berarti koperasi langsung beroperasi. Setelah bangunan selesai, masih terdapat tahapan lanjutan berupa pengisian gerai, perlengkapan, penataan fasilitas hingga kesiapan operasional.
Denny menegaskan, posisi Kodim dalam program tersebut berada pada tahap pendampingan pembangunan.
“Setelah selesai, kami serahkan ke Agrinas. Nanti Agrinas yang mengisi, mulai gerainya, bahan-bahannya, termasuk operasional dan keanggotaan. Jadi kita statusnya dalam hal pendampingan pembangunan sampai pembangunan selesai,” katanya.
Sebelum proses serah terima, Kodim masih memiliki tanggung jawab terhadap pemantauan dan perawatan bangunan.
Baca Juga: Gratispol Perguruan Tinggi Masih Hadapi Sejumlah Kendala, DPRD Kaltim Minta Koordinasi Diperkuat
Hal itu dilakukan agar fasilitas yang telah dibangun berada dalam kondisi siap sebelum memasuki tahap operasional.
Ia berharap keberadaan KMP nantinya tidak hanya menjadi bangunan baru di lingkungan kelurahan, tetapi benar-benar mampu menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat. “Tidak hanya membangun, tetapi juga memberikan dampak positif,” tegasnya. (rd)
Editor : Romdani.