KALTIMPOST.ID - Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup menguat pada perdagangan Jumat (14/8/2026). Rupiah berada di level Rp17.827 per dolar Amerika Serikat (AS) atau menguat 0,28% dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp17.877 per dolar AS.
Penguatan rupiah tersebut sejalan dengan pergerakan mayoritas mata uang Asia yang juga menguat terhadap dolar AS. Kondisi ini menunjukkan rupiah menjadi salah satu mata uang yang mampu mempertahankan penguatannya hingga akhir perdagangan.
Hingga pukul 15.00 WIB, dolar Taiwan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di kawasan Asia. Mata uang tersebut menguat 0,39% terhadap dolar AS.
Posisi berikutnya ditempati won Korea Selatan yang menguat 0,37%. Sementara itu, yen Jepang naik 0,20% dan dolar Singapura menguat 0,12%.
Baca Juga: Banyak Warga Protes Masuk Desil 9 dan 10, Ini Penjelasan BPS dan Cara Ubah Data
Penguatan juga terjadi pada yuan China sebesar 0,03%, ringgit Malaysia sebesar 0,02%, serta rupee India yang naik tipis 0,01% terhadap dolar AS.
Di tengah penguatan mayoritas mata uang Asia, peso Filipina justru menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam. Peso terkoreksi 0,17% terhadap dolar AS.
Selanjutnya, baht Thailand melemah tipis sebesar 0,03%. Sementara itu, dolar Hong Kong bergerak relatif stabil dengan kecenderungan melemah pada perdagangan hari ini.
Dengan penguatan 0,28%, rupiah berada di antara mata uang Asia yang mampu mencatatkan kinerja positif pada akhir perdagangan Jumat. Rupiah bergerak dari level Rp17.877 menjadi Rp17.827 per dolar AS.***
Editor : Dwi Puspitarini