KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Perusahaan energi yang dibentuk oleh ENI dan Petronas, Searah mencatat perkembangan penting dalam proyek pengembangan North Hub dengan dimulainya tahapan konstruksi utama fasilitas Floating Production, Storage and Offloading (FPSO).
CEO Searah North Ganal Mirko Araldi mengatakan, dua agenda penting, yakni pemotongan baja perdana untuk bagian topside dan peletakan lunas lambung kapal menjadi penanda kemajuan proyek pengembangan gas laut dalam ultra di Indonesia. Seremoni peletakan lunas digelar di fasilitas China Merchants Heavy Industry (CMHI), Jiangsu, Tiongkok.
"Pencapaian tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan proyek terus bergerak sesuai tahapan yang telah direncanakan dan semakin mendekati target produksi pertama," katanya, kemarin (14/8).
Baca Juga: Hilirisasi Kaltim Masih Lemah, Banyak Komoditas Dijual Mentah ke Luar Daerah
Dia membeberkan, pencapaian tersebut merupakan bukti kemajuan konkret proyek sekaligus menunjukkan komitmen perusahaan untuk mengembangkan sumber daya energi Indonesia dengan mengutamakan aspek keselamatan, tanggung jawab dan efisiensi.
Menurutnya, North Hub juga menjadi bagian dari visi perusahaan dalam mendukung masa depan energi Indonesia. Pengembangan sumber daya di lingkungan laut dalam ultra membutuhkan penerapan inovasi, kemitraan strategis, serta kemampuan eksekusi dengan standar internasional agar dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi Indonesia, mitra usaha dan masyarakat di sekitar operasi.
Lebih lanjut lagi, Mirko menyebut proyek Kutei North Hub berada di Cekungan Kutai, lepas pantai Kalimantan Timur. Pengembangan ini mencakup Lapangan Gehem dan penemuan gas Geng North yang akan diproduksikan melalui 16 sumur produksi pada kedalaman laut sekitar 2.000 meter.
Kondisi operasi di laut dalam ultra menghadirkan tantangan teknis yang tinggi. Karena itu, proyek tersebut membutuhkan teknologi subsea yang canggih, sistem produksi dengan tingkat keandalan tinggi, serta kemampuan rekayasa yang memenuhi standar internasional. Kompleksitas tersebut menempatkan North Hub sebagai salah satu proyek pengembangan lepas pantai paling menantang di Indonesia.
Baca Juga: Hetifah Apresiasi Presiden, Sensus Ekonomi 2026 Jadi Fondasi Kebijakan Berbasis Data
FPSO yang menjadi fasilitas utama dalam proyek ini dirancang sebagai fasilitas generasi terbaru dengan kemampuan mengolah lebih dari 1 miliar kaki kubik standar gas per hari (Bscfd) dan sekitar 80.000 barel kondensat per hari. Dengan kapasitas tersebut, FPSO North Hub diproyeksikan menjadi salah satu FPSO berkapasitas terbesar di dunia dan yang terbesar di Indonesia.
"Selain pengembangan lapangan gas, proyek North Hub turut mencakup rencana reaktivasi Train F di fasilitas LNG Bontang. Langkah ini diharapkan dapat memperpanjang masa operasi salah satu fasilitas LNG strategis Indonesia sekaligus mendukung penguatan rantai nilai industri gas nasional," bebernya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo