KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Pertumbuhan kredit rumah tangga di Kalimantan Timur tidak serta-merta diikuti peningkatan risiko yang mengkhawatirkan.
Meski rasio kredit bermasalah sedikit lebih tinggi dibandingkan rata-rata kredit perbankan Kaltim, kualitas pembiayaan rumah tangga masih berada dalam level terkendali.
Non-Performing Loan (NPL) kredit rumah tangga pada Triwulan I-2026 tercatat 2,73 persen. “Sejalan dengan pertumbuhan kredit yang tetap positif, kualitas kredit rumah tangga di Kaltim secara umum masih terjaga pada level yang sehat,” kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kaltim Jajang Hermawan.
Rasio tersebut masih berada di bawah ambang batas 5 persen. Artinya, meski terdapat kredit bermasalah pada segmen rumah tangga, tingkat risikonya masih berada dalam batas yang terkendali.
Baca Juga: APBD Samarinda 2027 Makin Ketat, Jalan yang Dibangun Dipangkas tapi Pembangunan Tak Berhenti
Jika dilihat berdasarkan jenis penggunaan, kredit kendaraan bermotor memiliki NPL 3,61 persen. Angka tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan dua kelompok utama lainnya.
Selanjutnya, NPL kredit properti tercatat 3,05 persen. Sementara kredit multiguna memiliki kualitas yang relatif lebih baik dengan NPL 1,46 persen. Perbedaan tersebut memperlihatkan bahwa risiko kredit tidak tersebar secara seragam pada seluruh jenis pembiayaan rumah tangga.
Kredit kendaraan bermotor dan properti memiliki rasio kredit bermasalah yang lebih tinggi dibandingkan pembiayaan multiguna.
Meski demikian, keseluruhan profil risiko masih dinilai sehat. “Secara keseluruhan, profil risiko kredit rumah tangga tetap berada dalam batas yang sehat dan mendukung keberlanjutan fungsi intermediasi perbankan di Kaltim," tutup Jajang. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo