Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Geram Dishub Absen Rapat Antrean Pertalite, Ketua Komisi C DPRD Bontang Buka Suara

A
Penulis: Adhiel kundhara❯
Alfin Rausan Fikry.
Alfin Rausan Fikry.

Advertisement

KALTIMPOST.ID- Antrean panjang kendaraan di SPBU Bontang tak lagi sekadar mengganggu kelancaran distribusi BBM. Dampaknya mulai merembet ke aktivitas warga, pelaku usaha, hingga akses siswa menuju sekolah.

Kondisi itu membuat Ketua Komisi C DPRD Bontang Alfin Rausan Fikry geram dan menyoroti ketidakhadiran organisasi perangkat daerah (OPD) teknis dalam rapat pembahasan penanganan antrean Pertalite.

Politikus Golkar tersebut menilai pemerintah daerah semestinya hadir ketika persoalan yang dikeluhkan masyarakat sudah menyentuh kepentingan publik secara luas. Menurutnya, antrean kendaraan yang mengular di sejumlah titik membutuhkan koordinasi lintas sektor, bukan hanya mengandalkan Pertamina dan kepolisian.

Alfin bahkan mempertanyakan kinerja Dinas Perhubungan (Dishub) Bontang dalam merespons persoalan tersebut. Ia menyebut masyarakat dan pelaku usaha telah ramai menyampaikan keluhan, terutama terkait kendaraan yang menggunakan badan jalan saat mengantre BBM.

“Publik sudah teriak-teriak. Pelaku usaha juga mengeluhkan usahanya tertutup. Kalau OPD teknis tidak hadir dalam rapat seperti ini, koordinasinya bagaimana mau jalan?” tegas Alfin saat menghadiri rapat penanganan antrean pertalite, Jumat (28/8/2026) di Ruang Rapat DPMPTSP.

Advertisement

Ia menilai persoalan antrean Pertalite tidak bisa dilihat sebatas persoalan ketersediaan BBM. Pengaturan lalu lintas dan penggunaan badan jalan juga harus menjadi perhatian karena antrean kendaraan dapat menghambat mobilitas masyarakat.

Salah satu lokasi yang disorot Alfin berada di kawasan Kilometer 3. Ia menyebut antrean kendaraan bahkan berdampak terhadap akses menuju sekolah. “Di Kilometer 3 sampai kawasan sekolah itu tertutup antrean. Anak-anak sekolah akhirnya harus memutar untuk masuk. Ini yang saya tidak habis pikir,” ucapnya.

Alfin mengaku menerima laporan dari guru maupun alumni terkait kondisi tersebut. Bahkan, ia menyebut terdapat siswa yang mengalami kecelakaan ketika beraktivitas di sekitar kawasan yang dipenuhi kendaraan mengantre.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan karena keselamatan pelajar seharusnya menjadi prioritas. “Jangan sampai pendidikan harus mengalah karena antrean BBM. Hal-hal kecil seperti ini justru harus dipikirkan supaya tidak semua sektor ikut berteriak,” tutur dia.

Alfin juga meminta kepolisian dan OPD teknis memperkuat pengawasan terhadap kendaraan yang mengantre di badan jalan. Penanganan harus dilakukan secara terpadu agar antrean Pertalite tidak kembali mengganggu akses masyarakat.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Kuota Pertalite Melimpah Kenapa Antrean Mengular? DPRD Bontang Semprot Distribusi Pertamina

Kuota Pertalite Melimpah Kenapa Antrean Mengular? DPRD Bontang Semprot Distribusi Pertamina

DPRD Kota Bontang pertanyakan keterlambatan distribusi Pertalite dan sisa kuota 12.656 KL di tengah antrean SPBU mengular.

DPRD Bontang Pertanyakan Pasokan Pertalite: Pesan 16  Kiloliter yang Datang Hanya 8 Kiloliter

DPRD Bontang Pertanyakan Pasokan Pertalite: Pesan 16 Kiloliter yang Datang Hanya 8 Kiloliter

Wakil Ketua Komisi B DPRD Bontang Winardi minta Pertamina benahi jam pengiriman & selisih volume Pertalite di SPBU.

Urai Antrean Pertalite SPBU, Pemkot Bontang Siapkan Aturan Ganjil-Genap Mobil Mulai September

Urai Antrean Pertalite SPBU, Pemkot Bontang Siapkan Aturan Ganjil-Genap Mobil Mulai September

Pemkot Bontang siapkan skema ganjil-genap nomor pelat mobil untuk urai antrean Pertalite SPBU mulai September 2026.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer