Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

DPRD Bontang Pertanyakan Pasokan Pertalite: Pesan 16 Kiloliter yang Datang Hanya 8 Kiloliter

A
Penulis: Adhiel kundhara❯
Winardi
Winardi

Advertisement

KALTIMPOST.ID- Antrean panjang kendaraan untuk mendapatkan Pertalite di sejumlah SPBU Bontang kembali mendapat sorotan DPRD. Wakil Ketua Komisi B DPRD Bontang, Winardi, menilai persoalan tersebut tidak bisa semata-mata dibebankan kepada masyarakat maupun pengusaha SPBU.

Menurut politikus PDI Perjuangan itu, pola distribusi menjadi salah satu titik yang perlu segera dibenahi. Pasalnya, waktu kedatangan BBM ke SPBU dinilai belum ideal sehingga mengurangi efektivitas pelayanan kepada masyarakat.

Winardi meminta pembahasan tidak lagi berkutat pada persoalan batas kewenangan maupun dasar hukum penugasan. Menurutnya, hal tersebut telah dibahas dalam sejumlah pertemuan sebelumnya. Kini yang lebih penting adalah memastikan kuota Pertalite mencukupi dan distribusinya tiba pada waktu yang tepat.

“Intinya barang datang, bisa dijual di sini. Kita pastikan kuota cukup, distribusinya tepat, dan waktunya tepat,” kata Winardi dalam rapat pembahasan antrean BBM di Bontang, Jumat (28/8/2026).

Ia kemudian menyoroti pola distribusi Pertalite ke SPBU. Berdasarkan pemetaan yang dibahas dalam rapat, terdapat SPBU yang baru menerima pasokan pada sore hari. Setelah proses bongkar, BBM baru dapat mulai dijual sekitar pukul 16.00 Wita.

Advertisement

Dengan waktu operasional tersebut, penyaluran berlangsung hingga sekitar pukul 23.00 Wita. Kondisi itu dinilai membuat sebagian pasokan tidak terserap pada hari yang sama. Sisa BBM kemudian kembali dijual pada pagi hari sebelum pasokan berikutnya tiba.

Winardi menilai pola tersebut membuat siklus distribusi menjadi tidak efisien. Jika pasokan datang lebih awal, waktu pelayanan kepada masyarakat otomatis lebih panjang dan volume BBM yang dapat disalurkan dalam satu hari berpotensi meningkat.

“Kalau barang datang lebih cepat, tentu SPBU juga lebih mudah menyalurkan. Kita jangan membiarkan pola distribusi seperti ini terus berlangsung,” ucapnya.

Ia juga mempertanyakan kesesuaian antara jumlah BBM yang dipesan SPBU dengan volume yang benar-benar diterima. Menurut Winardi, terdapat informasi pengusaha SPBU melakukan pemesanan hingga 16–18 kiloliter (KL), tetapi pasokan yang datang hanya sekitar 8 KL.

Kondisi itu, kata dia, perlu dijelaskan secara terbuka agar persoalan antrean tidak selalu diarahkan kepada masyarakat yang dianggap sebagai pengetap atau kepada pengusaha SPBU.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Satu-satunya di Kaltim Terapkan Kriptografi Sandi Data, Pemkot Bontang Raih Apresiasi BSSN

Satu-satunya di Kaltim Terapkan Kriptografi Sandi Data, Pemkot Bontang Raih Apresiasi BSSN

Pemkot Bontang jadi pelopor kriptografi Sandi Data di Kaltim & raih apresiasi BSSN. Bentengi data medis RSUD & mitigasi siber.

TKA SMA Bontang Terkendala Server, Ini Jadwal Ujian Susulan Siswa

TKA SMA Bontang Terkendala Server, Ini Jadwal Ujian Susulan Siswa

Masalah pada server pusat membuat jadwal TKA turut berubah. Di Bontang, waktu dimundurkan, bahkan ada yang dijadwalkan ulang.

Server Gangguan Secara Nasional, Peserta TKA di Bontang Tidak Selesai Jawab Soal

Server Gangguan Secara Nasional, Peserta TKA di Bontang Tidak Selesai Jawab Soal

Di hari pelaksanaan TKA SMA/SMK di Bontang, mengalami masalah pada server. Baru jalan beberapa menit layar berubah menjadi putih.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer