KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN — Nilai ekspor yang melalui pelabuhan di Balikpapan mencapai 668,07 juta dolar, meningkat 48,28 persen dibandingkan Mei 2026 yang tercatat sebesar 450,54 juta dolar.
Jika berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan, pertumbuhan ekspor pada Juni tidak hanya disumbang sektor nonmigas, tetapi juga kelompok migas. Sehingga peningkatan ekspor pada Juni 2026 dipengaruhi oleh kenaikan pada kedua kelompok tersebut.
“Nilai ekspor yang melalui pelabuhan di Balikpapan pada Juni 2026 mengalami kenaikan sebesar 48,28 persen dibandingkan Mei 2026, yaitu dari 450,54 juta dolar menjadi 668,07 juta dolar,” ucap Marinda Dama, Kepala BPS Balikpapan.
Menurutnya, peningkatan tersebut terutama didorong oleh ekspor golongan nonmigas yang tumbuh 51,67 persen secara month to month. Sementara itu, ekspor migas juga mengalami peningkatan sebesar 32,57 persen.
Baca Juga: Siapkan Skema Kerja Sama Pihak Ketiga Kelola Teras Samarinda II, Masuk Tetap Gratis
Dari total ekspor Juni, sektor nonmigas menjadi penyumbang terbesar dengan nilai mencapai 562,17 juta dolar. Angka tersebut meningkat cukup tajam dibandingkan Mei 2026 yang berada di posisi 370,66 juta dolar.
Dalam satu bulan, nilai ekspor nonmigas bertambah sekitar 191,51 juta dolar. Sementara ekspor migas pada Juni mencapai 105,90 juta dolar. Nilai tersebut meningkat dibandingkan Mei yang tercatat sebesar 79,89 juta dolar.
Komposisi tersebut memperlihatkan kuatnya peran sektor nonmigas dalam struktur ekspor Balikpapan. Dari total ekspor Juni sebesar 668,07 juta dolar, nonmigas menyumbang 83,01 persen. Adapun migas berkontribusi 16,99 persen.
“Peningkatan ini disebabkan oleh kenaikan ekspor di golongan nonmigas sebesar 51,67 persen dan golongan migas sebesar 32,57 persen,” kata Marinda.
Baca Juga: Jabatan Kepala OPD Samarinda Banyak Kosong, Pengisian Serentak Disiapkan September
Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, kinerja ekspor Juni 2026 juga mencatat pertumbuhan positif. Pada Juni 2025, total ekspor Balikpapan tercatat sebesar 503,33 juta dolar. Kemudian pada Juni 2026 meningkat menjadi 668,07 juta dolar.
Artinya, secara year on year, ekspor tumbuh 32,73 persen. Pertumbuhan tahunan tersebut menunjukkan bahwa penguatan ekspor Juni 2026 bukan sekadar efek perbandingan dengan bulan sebelumnya. Nilainya juga lebih tinggi dibandingkan capaian pada Juni tahun sebelumnya.
Kelompok migas mencatat pertumbuhan tahunan paling tinggi secara persentase. "Nilainya meningkat dari 62,68 juta dolar pada Juni 2025 menjadi 105,90 juta dolar pada Juni 2026 atau tumbuh 68,97 persen.
Sementara ekspor nonmigas meningkat dari 440,66 juta dolar menjadi 562,17 juta dolar atau tumbuh 27,57 persen," sebutnya. Namun, tingginya ekspor pada Juni belum mampu mengangkat kinerja kumulatif semester pertama 2026 ke level tahun sebelumnya.
Sepanjang Januari-Juni 2026, total ekspor Balikpapan tercatat sebesar 1,687,74 juta dolar. Angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan Januari-Juni 2025 yang mencapai 2,873,49 juta dolar.
Secara kumulatif, terjadi penurunan 41,26 persen. Penurunan tersebut terjadi baik pada kelompok migas maupun nonmigas. Ekspor migas Januari-Juni 2026 tercatat 286,79 juta dolar, turun 30,86 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 414,81 juta dolar.
Baca Juga: Kemenag dan BPN PPU Ukur Tanah Wakaf, Targetkan Kepastian Hukum Aset Umat
Sedangkan ekspor nonmigas mencapai 1,400,95 juta dolar, turun 43,02 persen dibandingkan Januari-Juni 2025 yang mencapai 2,458,68 juta dolar.
Kondisi ini memperlihatkan adanya kontras dalam perkembangan ekspor Balikpapan. Di satu sisi, Juni mencatat pertumbuhan bulanan dan tahunan yang cukup kuat. Namun di sisi lain, akumulasi ekspor selama enam bulan pertama masih mengalami kontraksi dibandingkan tahun sebelumnya.
"Dengan demikian, lonjakan pada Juni menjadi sinyal positif bagi aktivitas perdagangan luar negeri Balikpapan, sekaligus menjadi momentum yang perlu dijaga pada bulan-bulan berikutnya," tutur Marinda.
Baca Juga: Teras Samarinda Tahap II Dikebut, Peresmian Ditarget 29 Agustus
Dari sisi struktur, dominasi nonmigas juga menjadi perhatian. Besarnya kontribusi sektor tersebut menunjukkan bahwa aktivitas perdagangan Balikpapan tidak hanya bergantung pada komoditas migas.
Pergerakan ekspor juga memiliki keterkaitan dengan aktivitas pelabuhan, transportasi, pergudangan, jasa logistik hingga kegiatan ekonomi yang menopang perdagangan antardaerah dan internasional.
Kinerja Juni menjadi titik penting karena kenaikan hampir 50 persen dalam satu bulan menunjukkan adanya peningkatan nilai transaksi perdagangan luar negeri yang cukup besar.
"Meski begitu, BPS tetap mencatat perkembangan tersebut dalam konteks keseluruhan semester. Sebab, untuk melihat arah ekonomi secara lebih utuh, diperlukan konsistensi pertumbuhan dalam beberapa bulan berikutnya," ungkapnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo