Tiongkok Masih Jadi Pasar Utama Ekspor Balikpapan, India Melonjak 123,80 Persen

Ulil Mu'Awanah • Dipublikasikan Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:19 WIB
PERTAHANKAN: Nilai ekspor Balikpapan melalui pelabuhan pada Juni 2026 mencapai 668,07 juta dolar, naik 48,28 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 450,54 juta dolar.
PERTAHANKAN: Nilai ekspor Balikpapan melalui pelabuhan pada Juni 2026 mencapai 668,07 juta dolar, naik 48,28 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 450,54 juta dolar.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN — Lonjakan ekspor pada Juni 2026 tidak hanya terlihat dari besarnya nilai perdagangan, tetapi juga dari perubahan pergerakan ekspor ke sejumlah negara tujuan.

Nilai ekspor Balikpapan melalui pelabuhan pada Juni 2026 mencapai 668,07 juta dolar, naik 48,28 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 450,54 juta dolar.

Mengenai itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan Marinda Dama mengatakan, kenaikan tersebut turut dipengaruhi oleh meningkatnya ekspor ke sejumlah negara tujuan utama.

“Nilai ekspor yang melalui pelabuhan di Kota Balikpapan pada Juni 2026 tercatat sebesar 668,07 juta dolar atau naik 48,28 persen dibandingkan dengan Mei 2026,” tutur Marinda.

Baca Juga: Ekspor Balikpapan Melonjak 48,28 Persen, Nonmigas Jadi Penopang Utama

Tiongkok pun masih menjadi negara tujuan utama ekspor Balikpapan pada Juni 2026. Nilai ekspor ke negara tersebut mencapai 191,26 juta dolar.

Dibandingkan Mei 2026 yang tercatat 171,74 juta dolar, terjadi kenaikan sebesar 19,52 juta dolar atau 11,37 persen. Dengan nilai tersebut, Tiongkok menyumbang 28,63 persen dari total ekspor Balikpapan pada Juni.

Posisi berikutnya ditempati Singapura. Nilai ekspor Balikpapan ke negara tersebut mencapai 79,31 juta dolar pada Juni 2026, naik sangat signifikan dibandingkan Mei yang hanya 37,72 juta dolar. "Kenaikannya mencapai 41,59 juta dolar atau 110,26 persen dalam satu bulan.

Besarnya pertumbuhan ekspor ke Singapura membuat negara tersebut menjadi salah satu pasar yang paling berkontribusi terhadap peningkatan ekspor Balikpapan pada Juni," jelasnya.

Baca Juga: Siapkan Skema Kerja Sama Pihak Ketiga Kelola Teras Samarinda II, Masuk Tetap Gratis

Filipina berada di posisi berikutnya dengan nilai ekspor 78,49 juta dolar. Angka ini naik 12,65 juta dolar atau 19,21 persen dibandingkan Mei yang sebesar 65,84 juta dolar. Dimana, Filipina memberikan kontribusi sebesar 11,75 persen terhadap keseluruhan ekspor Balikpapan pada Juni.

Sementara Malaysia mencatat nilai ekspor sebesar 63,73 juta dolar. Dibandingkan Mei sebesar 50,67 juta dolar, ekspor ke Malaysia meningkat 13,06 juta dolar atau 25,77 persen. Kontribusi Malaysia terhadap total ekspor Balikpapan mencapai 9,54 persen.

"Namun, salah satu pergerakan yang paling menarik terlihat pada ekspor menuju India. Nilai ekspor Balikpapan ke India pada Juni 2026 mencapai 46,78 juta dolar, meningkat dari 20,81 juta dolar pada Mei," kata Marinda.

"Artinya, terjadi penambahan sebesar 25,97 juta dolar atau pertumbuhan 124,80 persen," timpalnya. Kenaikan tersebut membuat India masuk dalam lima besar negara tujuan ekspor Balikpapan pada Juni, dengan kontribusi sebesar 7 persen.

“Secara month to month, ekspor ke Mesir dan India mengalami kenaikan terbesar,” ujar Marinda. Ekspor ke Mesir bahkan mencatat lonjakan yang jauh lebih tinggi secara persentase. Pada Juni 2026, nilai ekspor ke Mesir mencapai 16,54 juta dolar.

Angka tersebut meningkat 665,74 persen dibandingkan Mei 2026. Meski nilai ekspornya masih lebih kecil dibandingkan Tiongkok, Singapura, Filipina, Malaysia maupun India, lonjakan ke Mesir menunjukkan perubahan yang cukup besar dalam pola perdagangan dari bulan ke bulan.

Baca Juga: Jabatan Kepala OPD Samarinda Banyak Kosong, Pengisian Serentak Disiapkan September

Di sisi lain, tidak seluruh negara tujuan mengalami pertumbuhan. Ekspor Balikpapan ke Belanda justru mengalami penurunan. Pada Mei 2026, nilainya mencapai 5,83 juta dolar, sementara pada Juni tidak tercatat adanya ekspor ke negara tersebut.

Perbedaan pergerakan antarnegara tersebut memperlihatkan bahwa pertumbuhan ekspor Balikpapan pada Juni ditopang oleh kombinasi peningkatan nilai perdagangan dengan sejumlah pasar utama dan lonjakan pada beberapa negara tujuan tertentu.

"Jika dilihat dari kontribusi terhadap total ekspor, Tiongkok masih menjadi pasar paling dominan," tegasnya. Dengan nilai 191,26 juta dolar, kontribusi Tiongkok mencapai hampir sepertiga dari total ekspor Balikpapan. Namun, pertumbuhan terbesar justru terlihat pada beberapa pasar lain.

India tumbuh 124,80 persen, Singapura 110,26 persen, sedangkan Mesir mencatat pertumbuhan 665,74 persen secara month to month.

Baca Juga: Kemarau Panjang, Perumda Tirta Kencana Samarinda Waspadai Intrusi Air Laut

"Kenaikan ekspor ke Singapura dan India, misalnya, memberikan tambahan nilai perdagangan yang cukup besar hanya dalam satu bulan. Sementara posisi Tiongkok menunjukkan bahwa pasar tersebut masih memiliki peran strategis terhadap ekspor Balikpapan," ucapnya.

Di tengah kondisi ekspor semester I yang secara kumulatif masih turun 41,26 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, pertumbuhan sejumlah pasar pada Juni memberikan ruang optimisme.

"Tantangannya adalah bagaimana mempertahankan peningkatan tersebut sehingga lonjakan Juni tidak berhenti sebagai pertumbuhan sesaat, melainkan dapat berlanjut pada periode berikutnya," tandasnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
ekspor Balikpapan Juni 2026 negara tujuan ekspor Balikpapan ekspor Balikpapan ke India ekspor ke tiongkok Ekspor Balikpapan