Jangan Lengah, Kemudahan QRIS Bisa Jadi Celah Penipuan

Nasya Rahaya • Dipublikasikan Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:19 WIB
Analis Yunior Fungsi Implementasi Kebijakan Sistem Pembayaran BI Kaltim, Fenylia Nurshakira. IST/KP
Analis Yunior Fungsi Implementasi Kebijakan Sistem Pembayaran BI Kaltim, Fenylia Nurshakira. IST/KP

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Transaksi hanya dalam hitungan detik membuat pembayaran digital semakin melekat dalam aktivitas masyarakat. Namun, kemudahan tersebut juga menuntut pengguna lebih waspada.

Bank Indonesia (BI) Kaltim mengingatkan masyarakat agar tidak membagikan data rahasia yang dapat membuka celah penipuan. Analis Yunior Fungsi Implementasi Kebijakan Sistem Pembayaran BI Kaltim, Fenylia Nurshakira, mengatakan keamanan transaksi digital tidak hanya bergantung pada sistem pembayaran, tetapi juga perilaku penggunanya.

“Informasi seperti PIN, password, kode OTP, maupun informasi rahasia lainnya tidak boleh diberikan kepada siapa pun,” ujarnya dalam talkshow di KPFM Samarinda, Kamis (13/9).

Talkshow bertajuk “Cashless = Careless? Tips Praktis, Aman, dan Cerdas di Era Pembayaran Digital” tersebut menjadi bagian dari edukasi BI Kaltim di tengah semakin masifnya penggunaan QRIS di Benua Etam.

Baca Juga: Tiongkok Masih Jadi Pasar Utama Ekspor Balikpapan, India Melonjak 123,80 Persen

Fenylia menyebut Kaltim saat ini menjadi daerah dengan pangsa volume transaksi QRIS terbesar di Kalimantan. Seiring pertumbuhan tersebut, BI juga terus memperluas inovasi pembayaran digital.

“Bank Indonesia tentu terus melakukan berbagai inovasi agar pemanfaatan QRIS bisa semakin luas dan relevan dengan kebutuhan masyarakat,” katanya.

Salah satu pengembangan yang kini tersedia ialah QRIS Cross-Border atau QRIS Antarnegara. Fitur ini memungkinkan masyarakat Indonesia bertransaksi di luar negeri maupun sebaliknya. Layanan tersebut telah terkoneksi dengan Thailand, Singapura, Malaysia, Jepang, Tiongkok, dan Korea Selatan.

BI juga mengembangkan QRIS TAP berbasis teknologi Near Field Communication (NFC). Dengan fitur tersebut, pengguna cukup menempelkan ponsel pada perangkat pembayaran tanpa perlu memindai kode QR.

Baca Juga: Kemarau Tekan Pasokan Air Baku! Warga Bontang Barat Bersiap Hadapi Pengaliran Air Bergilir

Di balik kemudahan itu, masyarakat tetap diminta memperhatikan keamanan sebelum menyelesaikan transaksi. Fenylia mengingatkan pengguna untuk mengecek nama merchant yang muncul pada layar.

Langkah tersebut penting untuk memastikan dana dikirim kepada pihak yang tepat. Terlebih, modus penipuan kerap memanfaatkan kelengahan maupun kepanikan korban.

Tak hanya soal keamanan, Fenylia juga mengingatkan dampak pembayaran digital terhadap pola konsumsi. Kemudahan membayar dengan QRIS berpotensi membuat seseorang lebih sering melakukan transaksi kecil tanpa memperhitungkan akumulasinya.

“Semakin mudah kita bertransaksi, semakin penting juga bagi kita untuk cermat dan bijak dalam mengelola keuangan,” tuturnya.

Sementara bagi pelaku usaha, QRIS dinilai memberikan sejumlah keuntungan. Transaksi tercatat lebih rapi dan merchant tidak perlu menyediakan uang kembalian. Untuk usaha mikro (UMI), transaksi hingga Rp500 ribu juga bebas biaya Merchant Discount Rate (MDR).

“Kombinasi manfaat ini bagian dari program CEMUMUAH atau cepat, mudah, murah, aman, dan handal/tercatat,” imbuh Fenylia.

Baca Juga: Siapkan Skema Kerja Sama Pihak Ketiga Kelola Teras Samarinda II, Masuk Tetap Gratis

BI Kaltim juga mengajak masyarakat memanfaatkan momentum Pekan QRIS Nasional 2026 yang berlangsung pada 11–17 Agustus. Kegiatan tersebut diisi sosialisasi dan edukasi, program insentif pembayaran pajak menggunakan QRIS, hingga berbagai perlombaan. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
QRIS Kaltim Penipuan QRIS Keamanan QRIS cara aman menggunakan QRIS tips aman transaksi QRIS