Kunjungan Kapal di Balikpapan Anjlok 85 Persen, Pelayaran Internasional Ikut Merosot Tajam

Ulil Mu'Awanah • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:07 WIB
BERKURANG: Aktivitas kapal luar negeri di pelabuhan Balikpapan mengalami kontraksi hebat.
Aktivitas kapal di perairan Balikpapan.

BALIKPAPAN-Sepanjang Juni 2026, aktivitas pelayaran di Balikpapan menunjukkan jumlah kunjungan kapal, baik domestik maupun luar negeri, berada jauh di bawah posisi yang sama tahun sebelumnya.

Untuk kapal dalam negeri, jumlah kunjungan di Pelabuhan Semayang dan Pelabuhan Peti Kemas Kariangau pada Juni 2026 tercatat 158 unit.

“Angka ini memang sama dengan Mei 2026, tetapi bila dibandingkan Juni 2025 yang mencapai 1.059 unit, terjadi penurunan hingga 85,08 persen,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan Marinda Dama.

Penurunan tidak hanya terlihat dari jumlah unit kapal. Berdasarkan gross register tonnage (GRT), kapal yang berlabuh pada Juni 2026 tercatat 1.589.209 GRT. Angka tersebut turun 3,91 persen dibandingkan Mei dan anjlok 47,76 persen dibandingkan Juni 2025.

Baca Juga: Bayan Open 2026 Kembali Digelar di Balikpapan, Jonatan Christie dan Hendra Setiawan Turun Gunung

Sementara berdasarkan Length Overall (LOA), total kunjungan kapal domestik mencapai 13.323 LOA. Angka ini turun 38,87 persen dibandingkan Mei dan merosot 80,12 persen dibandingkan Juni 2025.

Kondisi lebih tajam terjadi pada pelayaran internasional. Jumlah kapal luar negeri yang datang pada Juni 2026 hanya lima unit.

Secara bulanan memang meningkat 66,67 persen dibandingkan Mei yang hanya tiga unit. Namun secara tahunan, jumlah tersebut masih turun 84,38 persen dari 32 unit pada Juni 2025.

Lebih lanjut, Marinda mengatakan, angka kunjungan kapal menunjukkan adanya perubahan signifikan dalam aktivitas pelayaran yang perlu dicermati bersama indikator transportasi lainnya.

“Jumlah kunjungan kapal pada Juni 2026 menunjukkan penurunan yang cukup dalam jika dibandingkan dengan Juni 2025, terutama pada pelayaran domestik dan luar negeri,” tuturnya.

Untuk kapal internasional, volume GRT bahkan mengalami penurunan hingga 99,19 persen secara tahunan. Dari 1.090.667 GRT pada Juni 2025, menjadi hanya 8.832 GRT pada Juni 2026.

Baca Juga: Penurunan Merah Putih Tutup HUT Ke-81 RI di Kubar, Generasi Muda Jadi Simbol Estafet Kepemimpinan

Berdasarkan LOA, kunjungan kapal internasional mencapai 405 LOA. Angka tersebut naik 67,36 persen dibandingkan Mei 2026, tetapi masih turun 93,56 persen dibandingkan Juni 2025.

Marinda menjelaskan, statistik kunjungan kapal tidak bisa dilihat hanya dari jumlah unit. Ukuran kapal dan kapasitasnya juga memberikan gambaran mengenai skala aktivitas pelayaran.

“Selain jumlah unit, GRT dan LOA juga penting untuk melihat skala kapal yang berlabuh. Karena itu, ketiga indikator tersebut perlu dibaca secara bersamaan untuk memahami perkembangan aktivitas pelayaran,” ucap Marinda.

Menariknya, penurunan kunjungan kapal tersebut terjadi bersamaan dengan peningkatan jumlah penumpang laut.

Kondisi ini menunjukkan bahwa frekuensi dan karakter perjalanan kapal dapat berubah, sementara jumlah penumpang tidak selalu bergerak searah dengan jumlah kunjungan kapal.

“Pelabuhan memiliki fungsi ganda sebagai pintu mobilitas masyarakat sekaligus jalur distribusi barang. Ketika jumlah kunjungan kapal dan volume barang melemah, diperlukan pembacaan lebih jauh terhadap aktivitas perdagangan, industri dan distribusi yang menggunakan jalur laut,” tuturnya. (rd)

Editor : Romdani.
Komjen Karyoto Komjen Fadil Imran Pelabuhan Peti Kemas Kariangau pelabuhan balikpapan Pelabuhan Semayang Balikpapan