BI Genjot Ekonomi Digital Indonesia lewat KKI dan QRIS 0 Persen, Ini Strategi Menuju 2030

Ulil Mu'Awanah • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:31 WIB
QRIS
QRIS

KALTIMPOST.ID-Peluncuran KKI dan perluasan MDR QRIS 0 persen menjadi bagian dari sinergi BI bersama ASPI, PJP, industri sistem pembayaran, dan berbagai pemangku kepentingan.

‎“Kita ingin memastikan bahwa inovasi sistem pembayaran dapat terus berkembang, memberikan manfaat bagi masyarakat dan pelaku usaha, sekaligus menciptakan ekosistem industri yang sehat dan berkelanjutan,” kata Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia Destry Damayanti.

‎Destry menegaskan bahwa sinergi antara regulator dan industri menjadi kunci untuk memastikan inovasi sistem pembayaran dapat berkembang secara sehat dan berkelanjutan.

Kombinasi inovasi instrumen pembayaran dan insentif biaya transaksi ini diharapkan mempercepat digitalisasi ekonomi, memperluas inklusi keuangan, serta meningkatkan efisiensi aktivitas ekonomi masyarakat.

Baca Juga: Kunjungan Kapal di Balikpapan Anjlok 85 Persen, Pelayaran Internasional Ikut Merosot Tajam

‎Menurut Destry, penguatan sistem pembayaran juga harus diarahkan untuk mendukung kemandirian ekonomi nasional.

‎“Penguatan sistem pembayaran merupakan bagian penting dalam memperkuat ekonomi keuangan digital Indonesia. Sinergi antara Bank Indonesia dan industri menjadi modal penting untuk membangun sistem pembayaran yang semakin efisien, inklusif, dan berdaya saing,” tuturnya.

‎Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari implementasi Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2030 dan dukungan terhadap Asta Cita Pemerintah, dengan tujuan membangun ekonomi digital Indonesia yang semakin inklusif, efisien, berdaya saing, dan berkelanjutan. (rd)

Editor : Romdani.
Komjen Karyoto Komjen Fadil Imran QRIS Balikpapan bank indonesia ibu kota nusantara