Produksi Terung Kaltim Anjlok 12 Persen, Kukar Masih Jadi Lumbung Utama

Raden Roro Mira Budi Asih • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 17:39 WIB
TURUN: Sepanjang 2025, produksi terung Kaltim turun 1.119,60 ton atau 12,63 persen dibanding 2024.
TURUN: Sepanjang 2025, produksi terung Kaltim turun 1.119,60 ton atau 12,63 persen dibanding 2024.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Terung di Kaltim tengah menghadapi tekanan produksi. Sepanjang 2025, hasil panennya menyusut lebih dari seribu ton dibandingkan setahun sebelumnya. Namun, di tengah penurunan tersebut, Kutai Kartanegara (Kukar) masih menjadi lumbung utama terung Kaltim.

Dikatakan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Mas’ud Rifai, produksi terung pada 2025 mencapai 7.742,71 ton. Jumlah tersebut mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. “Turun 12,63 persen atau 1.119,60 ton dibandingkan tahun 2024,” sebut Mas’ud.

Meski secara tahunan turun, produksi terung sempat mencapai titik tertinggi pada Mei 2025. Saat itu, produksi mencapai 730,37 ton dengan luas panen 157,05 hektare.

Penurunan produksi juga diiringi ketimpangan kontribusi antardaerah. Produksi terung Kaltim masih sangat bergantung pada dua wilayah, yakni Kukar dan Balikpapan.

Baca Juga: Kasat Polairud Samarinda Dimutasi, Propam Dalami Dugaan Asusila

“Daerah yang memberikan kontribusi terbesar terhadap produksi terung adalah Kutai Kartanegara dan Kota Balikpapan,” ujar Mas’ud. Kukar menjadi penyumbang terbesar dengan produksi 3.082,29 ton. Angka itu menyumbang 39,81 persen terhadap total produksi terung Kaltim, dengan luas panen 261,73 hektare.

Balikpapan berada di posisi kedua dengan produksi 1.643,67 ton. Kontribusinya mencapai 21,23 persen dari total produksi, yang dihasilkan dari lahan seluas 88,95 hektare. Jika digabung, produksi Kukar dan Balikpapan mencapai 4.725,96 ton. Artinya, kedua daerah tersebut menopang sekitar 61 persen produksi terung Kaltim pada 2025.

Di luar dua sentra tersebut, produksi terung tersebar di Kutai Timur 884,99 ton, Penajam Paser Utara 936,99 ton, Berau 591,84 ton, Kutai Barat 357,06 ton, Paser 105,80 ton, Bontang 76,30 ton, Samarinda 57,03 ton, dan Mahakam Ulu 6,76 ton.

Kondisi tersebut memperlihatkan besarnya peran dua daerah dalam menjaga pasokan terung Kaltim. Pada saat yang sama, penurunan produksi tahunan menjadi catatan bagi komoditas hortikultura tersebut. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
produksi terung Kaltim terung Kaltim produksi terung 2025 produksi terung Kukar produksi terung Balikpapan