Kemarau Panjang Ancam Air Bersih dan Pangan, DPRD Samarinda Minta Pemerintah Bergerak

SAMARINDA – Ancaman kemarau panjang mulai membayangi Kalimantan Timur (Kaltim). Selain meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kondisi tersebut berisiko mengganggu ketersediaan air bersih hingga distribusi kebutuhan pokok di sejumlah daerah.
Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda Deni Hakim Anwar meminta pemerintah kabupaten dan kota bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim memperkuat langkah antisipasi. Menurutnya, karhutla dan kekeringan harus ditangani secara bersama karena dampaknya dapat meluas lintas wilayah.
“Kita berharap pemerintah kabupaten, kota seluruh Kaltim bersatu dan bergotong royong melakukan langkah penanganan terhadap bahaya karhutla. Kemudian sesegera mungkin mengantisipasi bahaya kekeringan,” ujarnya, Rabu (19/8).
Menurut Deni, persoalan kekeringan tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan air bersih. Gangguan terhadap jalur transportasi akibat menyusutnya debit sungai juga dapat memengaruhi distribusi kebutuhan pokok.
Kondisi tersebut mulai terlihat di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), yang selama ini sangat bergantung pada transportasi sungai untuk distribusi logistik.
“Ketika sungai kering, otomatis pengiriman menjadi sulit dan biaya atau nilai jualnya ikut tinggi,” jelasnya.
Baca Juga: Kemarau Makin Panjang, 50 Hektare Lahan Pertanian Samarinda Terancam Gagal Panen
Deni menyebut Pemprov Kaltim telah menyalurkan bantuan ke Mahulu dan sejumlah daerah lain yang terdampak. Dukungan juga dilakukan secara internal melalui penggalangan bantuan untuk masyarakat yang menghadapi dampak kekeringan.
Waspadai Intrusi Air Laut
Di sisi lain, Deni menyoroti potensi masuknya air laut ke wilayah perairan Kaltim. Kondisi tersebut dinilai perlu diantisipasi karena dapat memengaruhi sumber air baku, khususnya untuk kebutuhan masyarakat Samarinda.
Saat ini kebutuhan air bersih Samarinda masih relatif aman karena Sungai Mahakam memiliki debit yang cukup. Namun, kondisi tersebut menurutnya tidak boleh membuat pemerintah lengah.
“Alhamdulillah saat ini kebutuhan air bersih di Kota Samarinda masih bisa dipenuhi karena air Sungai Mahakam masih melimpah. Tapi tidak menutup kemungkinan ketika air laut mulai masuk ke wilayah Handil dan kemudian ke Palaran, ini yang kita khawatirkan,” katanya.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




