KALTIMPOST.ID, Jakarta - Bagi pelaku UMKM, printer bukan sekadar perangkat untuk mencetak dokumen. Ketika aktivitas usaha mulai membutuhkan banyak invoice, laporan, materi promosi, hingga dokumen administrasi, kapasitas tinta dan efisiensi biaya menjadi pertimbangan penting.
Epson mencoba menjawab kebutuhan tersebut melalui EcoTank L1310 dan L1350. Dua printer tangki tinta generasi terbaru ini dirancang untuk pengguna rumahan, pelaku usaha mikro, hingga UMKM.
Bisa Cetak Ribuan Halaman
Salah satu hal yang menarik bagi UMKM adalah kemampuan mencetak dalam jumlah besar tanpa terlalu sering melakukan pengisian tinta. Epson membekali kedua model dengan botol tinta dye CMYK berkapasitas 65 ml.
Tinta hitamnya mampu menghasilkan hingga 4.700 halaman. Sementara tinta warna diklaim dapat digunakan untuk mencetak hingga 7.500 halaman.
Bagi usaha yang rutin mencetak dokumen, kapasitas tersebut dapat menjadi pertimbangan ketika memilih printer. Sistem tangki tinta juga memiliki slot khusus berdasarkan kode warna sehingga proses pengisian dirancang lebih mudah dan membantu mengurangi potensi tinta terbuang.
Baca Juga: 1.000 Merek dari Lebih 15 Negara Siap Ramaikan SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 di JIExpo Kemayoran
Epson turut menyebut kedua printer memungkinkan pengguna mencetak hingga 50.000 halaman selama masa garansi. Keduanya juga dilengkapi Maintenance Box yang dapat diganti untuk membantu perawatan dan meminimalkan downtime.
L1310 atau L1350 untuk UMKM?
Perbedaan utama kedua model terlihat pada pilihan konektivitasnya. EcoTank L1310 menggunakan USB 2.0, sehingga menawarkan koneksi yang sederhana dan stabil untuk pengguna yang lebih banyak mencetak dari satu komputer.
Sementara EcoTank L1350 menawarkan fleksibilitas lebih tinggi. Model ini mendukung Ethernet, Wi-Fi, dan Wi-Fi Direct hingga delapan perangkat.
L1350 juga mendukung pencetakan melalui perangkat seluler dan cloud. Fitur yang tersedia mencakup Epson Smart Panel, Apple AirPrint, Mopria Print Service, Email Print, Remote Print Driver, dan Chrome OS.
Artinya, pilihan model dapat disesuaikan dengan pola kerja. UMKM yang membutuhkan pencetakan dari beberapa perangkat memiliki opsi konektivitas lebih luas pada L1350, sedangkan L1310 menawarkan pendekatan yang lebih sederhana melalui USB.
Lebih Ringkas di Ruang Kerja
Ruang kerja menjadi faktor lain yang perlu dipertimbangkan pelaku usaha, terutama ketika printer ditempatkan di meja kerja dengan perangkat lain. Epson menyebut EcoTank L1310 dan L1350 memiliki desain hingga 20 persen lebih ringkas dibandingkan model sebelumnya.
Tangki tinta kini terintegrasi dengan bodi printer dalam desain dua warna. Penyangga kertas yang diperpanjang dan baki berkapasitas lebih besar juga dirancang agar kertas masuk lebih lancar dan stabil.
Selain efisiensi tinta, kedua printer menggunakan Teknologi Heat-Free Epson yang membantu mengurangi konsumsi daya selama proses pencetakan. Teknologi tersebut menjadi bagian dari upaya Epson menghadirkan solusi pencetakan yang lebih efisien.
Baca Juga: Detik-Detik Horor Pitbull Serang Anak Terekam CCTV, Korban sampai Jalani Operasi dan Vaksinasi
Head of Product Marketing Printer Epson Indonesia, Syahrizal Aprianto, mengatakan printer saat ini telah menjadi bagian dari produktivitas sehari-hari.
“EcoTank kami kembangkan agar mampu memberikan pengalaman mencetak yang lebih cepat, efisien, praktis, dan dapat diandalkan,” ujar Syahrizal, Senin (24/08).
Dari sisi hasil cetak, Epson menyebut kedua model mampu menghasilkan teks yang tajam, gradasi warna halus, dan detail gambar yang baik. Keduanya ditujukan untuk kebutuhan dokumen sehari-hari maupun materi yang kaya visual.
Epson EcoTank L1310 dan L1350 akan tersedia di Indonesia mulai September 2026. Informasi mengenai produk dan spesifikasi lengkap dapat diperoleh melalui situs resmi Epson Indonesia atau dealer resmi Epson.
Dengan kombinasi kapasitas tinta tinggi, desain lebih ringkas, serta pilihan konektivitas yang berbeda, kedua model ini menyasar kebutuhan pencetakan dari rumah hingga lingkungan usaha. Bagi UMKM, perbedaan konektivitas L1310 dan L1350 menjadi salah satu hal penting untuk dipertimbangkan sebelum menentukan model yang sesuai dengan pola kerja.
Editor : Agus Prayitno