KALTIMPOST.ID, Jakarta - Lima mahasiswa dengan bisnis yang berbeda akan berhadapan dalam Grand Final J&T Super Seller 2026. Bukan sekadar adu ide, mereka harus membuktikan bisnisnya mampu tumbuh setelah melewati proses inkubasi.
Grand Final tersebut dijadwalkan berlangsung pada 27 Agustus 2026. Kelima finalis terpilih setelah menyisihkan ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
J&T Super Seller merupakan kompetisi bisnis bagi mahasiswa dan fresh graduate yang sudah menjalankan usaha minimal enam bulan. Produk yang dipasarkan juga harus dapat dikirim melalui layanan jasa pengiriman.
Dari proses seleksi administrasi dan wawancara, sebanyak 10 peserta lolos ke fase inkubasi. Mereka kemudian menjalani program tersebut pada 1 Juli hingga 6 Agustus 2026.
Setiap finalis memperoleh dana inkubasi Rp20 juta. Mereka juga mendapatkan mentoring interaktif dari para juri dan praktisi yang berpengalaman dalam pengembangan bisnis.
Baca Juga: Bangun TPS Pasar Sepinggan Pakai BTT, Wali Kota Rahmad Tegaskan Tak Boleh Ada Perebutan Lahan
Hasilnya, lima bisnis dengan perkembangan terbaik dipilih untuk melaju ke Grand Final. Mereka akan mempresentasikan perkembangan usaha, pemanfaatan dana inkubasi, serta strategi pertumbuhan berikutnya di hadapan dewan juri.
Lima Bisnis dengan Cerita yang Berbeda
Salah satu finalis adalah Ahmad Fauzan Tirmidzi melalui Kubik Society. Brand fesyen ini mengusung streetwear lokal dengan karakter clean dan wearable.
Yang membuatnya berbeda, Kubik Society mencantumkan label nama penjahit pada produknya. Ide tersebut kemudian diangkat melalui konten media sosial dan mendapat perhatian hingga bisnisnya memiliki offline store di Surakarta.
Finalis lainnya, Akza Yusri Rafiqi, membawa Your24 dengan produk home fragrance. Mulai dari reed diffuser hingga room spray antibakteri, produknya menggunakan fragrance concentrate hasil kolaborasi R&D dengan Institut Atsiri Universitas Brawijaya.
Perkembangan bisnisnya juga tidak berhenti di produk. Your24 telah berekspansi melalui lima cabang Kuy Studio di Malang, Kediri, dan Surabaya, sementara penjualan marketplace meningkat lebih dari 30 persen per hari selama pemanfaatan dana inkubasi.
Ada pula Alfito Yuro Yudistiro dari Tococo Indonesia. Ia melihat peluang dari buah kelapa yang selama ini banyak menjadi komoditas, kemudian mengolahnya menjadi produk seperti chips dan baked coconut snack.
Tococo Indonesia kini telah masuk ke lebih dari 40 retail dan health stores di Bali serta Jakarta. Produk yang tidak digoreng dan gluten-free menjadi salah satu kekuatannya, dengan pendapatan bulanan yang mencapai Rp82 juta.
Sementara itu, Laurencia De Rcho membawa Unikayo dengan produk bumbu khas Minangkabau. Bisnis yang dirintis sejak 2020 tersebut menawarkan rendang instan, ready-to-eat rendang, sambal, serta berbagai olahan khas Minang.
Unikayo bahkan telah mengikuti sejumlah pameran internasional. Setelah mengikuti mentoring dalam fase inkubasi, bisnis tersebut mencatat pendapatan bulanan hingga Rp65 juta.
Finalis kelima adalah Moch Denta Baihaqi melalui Fisnack. Ia mengolah hasil samping industri fillet ikan menjadi camilan yang renyah, gurih, tidak amis, tidak menggulung, dan tidak berminyak.
Berdiri sejak 2024, Fisnack telah mengembangkan berbagai inovasi olahan kulit ikan serta mengantongi sertifikasi keamanan pangan seperti SKP, CPPOB, dan HACCP. Selama fase inkubasi, bisnis ini membukukan omzet lebih dari Rp250 juta.
Berebut Hadiah hingga Rp100 Juta
Kelima finalis kini menghadapi tahap yang menentukan. Mereka tidak hanya harus menunjukkan hasil perkembangan bisnis, tetapi juga meyakinkan juri bahwa strategi yang disiapkan mampu membawa usaha ke level berikutnya.
Iwan Senjaya, Komisaris J&T Express sekaligus Juri J&T Super Seller, menilai para finalis memiliki potensi dan perkembangan yang menjanjikan. Menurutnya, mereka menunjukkan bahwa banyak wirausaha muda Indonesia telah memiliki pasar dan peluang pertumbuhan yang nyata.
Di Grand Final nanti, kami ingin melihat siapa yang paling siap membawa bisnisnya ke level berikutnya,” ujar Iwan, Senin (24/08).
Tiga bisnis terbaik nantinya akan membawa pulang hadiah masing-masing Rp100 juta, Rp75 juta, dan Rp50 juta. Setiap pemenang juga memperoleh tabungan usaha dari BCA senilai Rp25 juta.
Baca Juga: Cari Printer untuk UMKM? Epson EcoTank L1310 dan L1350 Bisa Jadi Pilihan
Dengan lima model bisnis yang sama-sama memiliki cerita dan peluang berbeda, Grand Final J&T Super Seller 2026 bukan hanya menentukan siapa yang menjadi juara. Babak ini juga menjadi ujian untuk melihat bisnis mahasiswa mana yang paling siap melanjutkan pertumbuhan setelah mendapatkan dukungan dan pendampingan.
Editor : Agus Prayitno