Kinerja PJM Makin Moncer, Laba Tembus 120 Persen dari Target

Ulil Mu'Awanah • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 20:33 WIB
SOLID: Permintaan jasa kepelabuhanan serta layanan jasa maritim yang dikelola Perusahaan PJM membuat kinerja mereka di semester pertama tahun ini meroket.
SOLID: Permintaan jasa kepelabuhanan serta layanan jasa maritim yang dikelola Perusahaan PJM membuat kinerja mereka di semester pertama tahun ini meroket.

KALTIMPOST.ID, ‎BALIKPAPAN - PT Pelindo Jasa Maritim (PJM) berhasil menutup periode Januari–Juli 2026 dengan kinerja keuangan yang semakin solid. Pertumbuhan pendapatan yang dibarengi disiplin pengelolaan biaya berhasil mendorong profitabilitas perusahaan jauh lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

‎Sepanjang tujuh bulan pertama tahun ini, pendapatan usaha PJM tumbuh 12 persen secara tahunan. Pertumbuhan tersebut ditopang meningkatnya aktivitas kepelabuhanan serta permintaan terhadap berbagai layanan jasa maritim yang dikelola perusahaan.

‎"Tak hanya tumbuh, realisasi pendapatan PJM hingga Juli 2026 juga telah mencapai 100 persen dari target yang ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) periode berjalan," ungkap SVP Sekretaris Perusahaan PJM Tubagus Patrick, Senin (24/8).

Baca Juga: Gerimis Mulai Guyur Samarinda, BPBD: Dampaknya ke Karhutla Masih Kecil

‎PJM merupakan anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo yang dibentuk pada 1 Oktober 2021 setelah integrasi PT Pelabuhan Indonesia (Persero). ‎PJM mengelola lima klaster bisnis, yakni jasa layanan marine, jasa peralatan pelabuhan (equipments), jasa galangan, pengerukan (dredging solution), serta jasa utilitas kepelabuhanan (port services).

‎Wilayah operasional PJM mencakup seluruh Indonesia, dari Malahayati hingga Merauke. Perusahaan juga membuka peluang kerja sama dan sinergi layanan dengan berbagai mitra strategis, baik dari dalam maupun luar negeri.

‎Saat ini, PJM mengelola delapan anak perusahaan, yaitu PT Jasa Armada Indonesia Tbk. (JAI), PT Pelindo Marine Service (PMS), PT Energi Pelabuhan Indonesia (EPI), PT Pengerukan Indonesia (Rukindo), PT Berkah Industri Mesin Angkat (BIMA), PT Pelindo Solusi Maritim (PSM), PT Intan Sejahtera Utama (ISMA), dan PT Lamong Energi Indonesia (LEGI).

‎‎Di tengah ekspansi bisnis tersebut, perusahaan justru mampu menjaga laju belanja operasional. Realisasi beban usaha tercatat sebesar 98 persen dari anggaran yang dialokasikan. Kondisi ini menunjukkan pengendalian biaya berjalan semakin disiplin dan terukur, tanpa menghambat pertumbuhan aktivitas usaha.

Baca Juga: Insentif Guru Bontang Naik Jadi Rp1,5 Juta, Mulai Berlaku Tahun Depan

‎Kombinasi pertumbuhan pendapatan dan efisiensi biaya tersebut kemudian memberikan dampak signifikan terhadap laba. Hingga Juli 2026, laba usaha PJM telah mencapai 120 persen dari target RKAP.

‎‎Perbaikan juga tercermin dalam sejumlah indikator profitabilitas. Marjin EBITDA meningkat dari 14 persen pada periode sebelumnya menjadi 17 persen. Sementara itu, marjin laba bersih terhadap pendapatan hampir berlipat ganda, dari 4,8 persen menjadi 9,2 persen.

‎‎Kenaikan tersebut menjadi sinyal bahwa penguatan kinerja PJM tidak hanya berasal dari pertumbuhan pendapatan, tetapi juga dari kemampuan perusahaan mengelola biaya dan meningkatkan efisiensi operasional.

‎‎“Dengan tren pertumbuhan pendapatan yang terus terjaga, struktur biaya yang semakin efisien, serta laba yang berhasil meningkat tajam di seluruh lini, manajemen PJM optimistis dapat mempertahankan dan bahkan memperkuat momentum kinerja positif ini hingga penutupan tahun buku 2026,” ujarnya.

‎‎Menurut dia, optimisme tersebut akan terus didukung berbagai langkah perbaikan operasional dan pengendalian biaya secara berkesinambungan di seluruh lini bisnis perusahaan.

‎‎“Upaya perbaikan operasional dan pengendalian biaya akan terus kami lakukan secara berkelanjutan agar pertumbuhan bisnis yang dicapai dapat memberikan kontribusi yang semakin optimal terhadap kinerja perusahaan,” tutup Patrick.

Baca Juga: Digitalisasi Retribusi Bontang Capai Rp73,9 Miliar, RSUD Jadi Penyumbang Terbesar

‎‎Selain itu, PJM memiliki dua cucu perusahaan, yakni PT Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS) dan PT Pelindo Energi Logistik (PEL). Dengan portofolio bisnis yang beragam, PJM mengembangkan layanan terintegrasi atau integrated one stop service bagi para pengguna jasanya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
kinerja PJM 2026 aba PJM pendapatan PJM pelindo pelindo jasa maritim