Bidik Pasar Ekspor, UMKM Binaan BI Balikpapan Bertemu Buyer dari Enam Negara di KKI 2026

Romdani. • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 18:24 WIB
Robi Ariadi (dua kanan) dan Komisaris Utama PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk Agus DW Martowardojo (tengah) di Karya Kreatif Indonesia 2026.
Robi Ariadi (dua kanan) dan Komisaris Utama PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk Agus DW Martowardojo (tengah) di Karya Kreatif Indonesia 2026.

KALTIMPOST.ID-Peluang produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Kaltim menembus pasar internasional kembali terbuka melalui ajang Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026.

Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia Destry Damayanti menegaskan peningkatan daya saing menjadi bagian penting dari strategi pengembangan UMKM.

“Berdaya saing diwujudkan melalui inovasi produk dan perluasan akses pasar domestik maupun ekspor,” ungkapnya.

Dua UMKM sektor makanan dan minuman binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Balikpapan mendapat kesempatan mengikuti business matching dengan enam calon pembeli dari sejumlah negara.

Baca Juga: UMKM Kaltim Bersinar di KKI 2026, Tiga Produk Wastra Raup Transaksi Lebih dari Rp 80 Juta

Enam calon buyer yang ditemui berasal dari Australia, Tiongkok, Taiwan, Afrika, Amerika Serikat, dan Singapura.

“Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses pasar UMKM binaan Bank Indonesia Balikpapan, sekaligus menguji kesiapan produk lokal untuk memenuhi kebutuhan pasar internasional,” ucap Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan Robi Ariadi.

‎Dua UMKM sektor makanan dan minuman yang dibawa KPw BI Balikpapan dalam KKI 2026 adalah Salakilo dan Kampoeng Timur.

Keduanya mendapatkan ruang untuk memperkenalkan produk kepada calon mitra bisnis dalam kegiatan yang berlangsung selama gelaran KKI di Jakarta International Convention Center (JICC), 20-23 Agustus 2026.

Robi berujar, fasilitasi business matching diharapkan tidak berhenti pada pertemuan bisnis, tetapi dapat berkembang menjadi transaksi dan kerja sama yang berkelanjutan.

“Fasilitasi business matching tersebut diharapkan dapat membuka peluang transaksi dan kerja sama bisnis, memperluas akses pasar domestik maupun ekspor, serta meningkatkan kesiapan UMKM binaan Bank Indonesia Balikpapan untuk memenuhi kebutuhan dan standar pasar yang lebih luas,” tuturnya.

‎Menurut Robi, akses pasar menjadi salah satu aspek penting dalam proses UMKM naik kelas. Produk yang berkualitas perlu didukung kemampuan pelaku usaha memahami permintaan konsumen, membangun jejaring bisnis serta memenuhi standar yang dibutuhkan pasar tujuan.

Baca Juga: Mulai Tahun Depan, Bacitra Bakal Tak Lagi Gratis, Pemkot Kaji Tarif Rp 3-5 Ribu Per Penumpang

‎Karena itu, keikutsertaan UMKM Balikpapan dalam KKI 2026 tidak semata-mata diarahkan untuk meningkatkan penjualan selama pameran.

Lebih jauh, kegiatan tersebut menjadi sarana mempertemukan pelaku usaha dengan calon buyer dan membuka peluang pasar baru.

“Langkah tersebut sejalan dengan arah pengembangan UMKM BI yang mencakup penguatan kapasitas dan skala usaha, perluasan akses pasar dan pembiayaan serta percepatan digitalisasi,” kata Robi.

‎KKI 2026 menjadi salah satu wadah untuk mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam ekosistem UMKM.

Pada penyelenggaraan tahun ini, Bank Indonesia menggandeng 27 kementerian dan lembaga serta 34 mitra strategis.

‎Dengan tema “Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing”, KKI 2026 tidak hanya menghadirkan pameran produk, tetapi juga berbagai agenda penguatan usaha.

‎Sebanyak 44 rangkaian kegiatan digelar dalam format luring dan daring. Di antaranya talkshow ekonomi dan keuangan inklusif berkelanjutan, business matching pembiayaan, ekspor dan value chain, showcase UMKM unggulan, area Cangkir Nusantara, showcase pariwisata serta berbagai kegiatan aktivasi dan instalasi hijau.

‎Besarnya potensi UMKM menjadi alasan penguatan akses pasar terus didorong. Secara nasional, jumlah pelaku UMKM mencapai sekitar 64 juta, menyerap 97 persen tenaga kerja dan memberikan kontribusi lebih dari 60 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

“Dalam konteks tersebut, UMKM daerah memiliki peluang besar untuk menjadi bagian dari rantai pasok dan pasar global apabila didukung penguatan kualitas produk, kapasitas produksi, pembiayaan serta pemahaman terhadap standar pasar tujuan,” ucapnya.

‎Selain sektor makanan dan minuman, KPw BI Balikpapan juga membawa tiga UMKM wastra dan ready to wear ke KKI 2026, yakni Batik Poyung, Batik Zahro, dan Batik Sekar Buen.

‎Keikutsertaan lima UMKM tersebut menjadi bagian dari strategi KPw BI Balikpapan memperluas eksposur produk unggulan daerah.

Baca Juga: Karhutla Kubar Mengancam Permukiman, Prajurit Brigif TP 85 dan Warga Bergerak Cepat Padamkan Api

Untuk sektor wastra, produk yang dibawa mengangkat kekayaan alam dan budaya Kalimantan melalui desain dan motif khas daerah.

‎Sementara bagi sektor makanan dan minuman, pertemuan dengan enam calon buyer internasional menjadi tahap awal untuk membangun akses pasar ekspor.

Hasil penjajakan tersebut diharapkan dapat dilanjutkan melalui komunikasi bisnis dan proses pemenuhan kebutuhan calon mitra.

KKI 2026 merupakan penyelenggaraan ke-11 Bank Indonesia. Tahun ini, lebih dari 550 UMKM mengikuti pameran secara langsung di JICC, sedangkan lebih dari 1.300 UMKM terlibat dalam pameran daring.

Bank Indonesia juga membawa semangat “Beudaya Meusare Sare” dari Aceh yang bermakna berdaya bersama-sama.

Semangat tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa penguatan UMKM membutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah, perbankan, dunia usaha hingga masyarakat.

‎Meski rangkaian pameran langsung telah berakhir, akses terhadap produk UMKM peserta KKI 2026 masih tersedia melalui platform daring KKI.

KPwBI Balikpapan mengajak masyarakat ikut memperkuat UMKM lokal dengan menggunakan dan membeli produk-produk unggulan daerah.

“Bagi UMKM binaan Balikpapan, peluang bertemu buyer dari enam kawasan dan negara dalam satu rangkaian kegiatan menjadi langkah penting untuk memperluas jejaring. Tantangan berikutnya adalah mengubah penjajakan tersebut menjadi kerja sama bisnis konkret dan membuka jalan bagi produk lokal masuk ke pasar internasional,” pungkas Robi. (rd)

Editor : Romdani.
Komjen Fadil Imran letjen lucky avianto ibu kota nusantara UMKM Balikpapan Bank Indonesia Balikpapan