KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Lalu lintas penerbangan domestik di Kalimantan Timur (Kaltim) kembali mengalami penyusutan. Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim mencatat jumlah penumpang angkutan udara domestik pada Juli 2026 sebanyak 194.231 orang, turun 0,77 persen dibandingkan Juni yang mencapai 195.731 penumpang.
Penurunan tersebut dipengaruhi berkurangnya jumlah penumpang di sejumlah bandara. Penurunan terdalam terjadi di Bandara Maratua, yakni mencapai 15,33 persen.
“Penurunan ini terutama dipengaruhi oleh berkurangnya jumlah penumpang di beberapa bandara di Kaltim,” kata Kepala BPS Kaltim Mas’ud Rifai.
Baca Juga: Debu dan Udara Kering Picu ISPA di Samarinda Naik 22 Persen, Warga Diimbau Pakai Masker
Selain Maratua, penurunan juga terjadi di Bandara Datah Dawai-Mahakam Ulu sebesar 11,49 persen, APT Pranoto-Samarinda 5,02 persen, serta Sepinggan-Balikpapan 0,32 persen.
Di sisi lain, tidak seluruh bandara mengalami pelemahan. Bandara Melalan-Kutai Barat mencatat pertumbuhan penumpang paling tinggi secara bulanan, yakni 20,34 persen. Disusul Bandara Kalimarau-Berau yang naik 1,26 persen.
Meski jumlah penumpang domestik menurun, dua bandara tetap menjadi simpul utama mobilitas udara Kaltim. Bandara Sepinggan mendominasi dengan 141.569 penumpang atau 72,89 persen dari total penumpang domestik pada Juli.
Sementara itu, Bandara APT Pranoto melayani 29.977 penumpang dengan kontribusi 15,43 persen. Artinya, kedua bandara tersebut menyumbang lebih dari 88 persen pergerakan penumpang domestik di Kaltim.
Secara kumulatif, jumlah penumpang domestik pada Januari-Juli 2026 mencapai 1.446.292 orang. Angka tersebut turun 12,10 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yang mencapai 1.645.455 penumpang.
Penurunan kumulatif terutama terlihat di Bandara Sepinggan. Jumlah penumpang sepanjang Januari-Juli 2026 tercatat 1.053.346 orang, turun 18,32 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
APT Pranoto juga mengalami penurunan 1,81 persen menjadi 216.083 penumpang.
Baca Juga: Bersaing dan Mendongkrak Penjualan, Ini yang Dilakukan POLNES untuk UMKM di Sengkotek
Sementara itu, trafik penerbangan internasional justru menunjukkan pergerakan positif.
“Jumlah penumpang angkutan udara ke luar negeri atau internasional pada Juli 2026 sebanyak 5.198 orang,” ujar Mas’ud.
Secara kumulatif, jumlah penumpang internasional selama Januari-Juli 2026 mencapai 39.776 orang. Jumlah tersebut tumbuh 2,56 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. (*)
Editor : Ery Supriyadi