Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Debu dan Udara Kering Picu ISPA di Samarinda Naik 22 Persen, Warga Diimbau Pakai Masker

M
Penulis: M Hafiz Alfaruqi❯
Wali Kota Samarinda, Andi Harun. (HAFIZ/KALTIM POST)
Wali Kota Samarinda, Andi Harun. (HAFIZ/KALTIM POST)

Advertisement

 
KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Kondisi udara yang kering dan paparan debu mulai berdampak terhadap kesehatan warga Samarinda. Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) tercatat meningkat 22,08 persen sepanjang Agustus 2026 dibandingkan bulan sebelumnya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Samarinda, peningkatan tersebut tercatat pada periode 1 hingga 22 Agustus 2026.

Wali Kota Samarinda Andi Harun mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan debu dan partikulat halus yang berpotensi masuk hingga ke paru-paru.

Menurutnya, debu terdiri atas beberapa ukuran partikel. Salah satunya particulate matter (PM) 10 yang dapat berasal dari debu jalan, serbuk gergaji, dan sumber lainnya. Sementara itu, PM2,5 memiliki ukuran lebih kecil dan lebih berisiko bagi kesehatan.

"PM2,5 ini yang berbahaya, yang tidak bisa tersaring oleh bulu hidung. Ini yang sampai masuk ke arah paru-paru," kata Andi Harun.

Advertisement

Untuk mengurangi risiko paparan, Andi Harun meminta masyarakat kembali menggunakan masker, terutama saat beraktivitas di luar ruangan. Menurutnya, penggunaan masker kesehatan menjadi langkah preventif yang mudah dan murah dilakukan.

"Jalan keluarnya, ayo kita kembali pakai masker. Itu langkah preventif yang paling murah dan paling memungkinkan untuk dilakukan dalam waktu dekat," ujarnya.

Andi Harun juga mengapresiasi relawan Info Taruna Samarinda (ITS) yang turut membagikan masker kepada masyarakat. Langkah tersebut dinilai dapat membantu mengurangi risiko paparan debu dan partikulat di tengah kondisi udara yang belum sepenuhnya normal.

Selain ISPA, masyarakat diminta mewaspadai penyakit yang berkaitan dengan kondisi air dan lingkungan, seperti diare dan penyakit kulit.

Andi Harun juga mengimbau warga menampung air secukupnya sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi sumber air yang terdampak intrusi air laut. Namun, penampungan air tidak perlu dilakukan secara berlebihan agar kebutuhan warga lainnya tetap terpenuhi.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

732 Hektare Lahan Terbakar dan 8 Ribu Warga Kena ISPA, Samarinda Perpanjang Tanggap Darurat

732 Hektare Lahan Terbakar dan 8 Ribu Warga Kena ISPA, Samarinda Perpanjang Tanggap Darurat

Pemkot Samarinda perpanjang tanggap darurat karhutla & kekeringan 28 hari. 732 ha lahan terbakar & 8.193 warga terserang ISPA.

Dua Pekan Tembus 8.609 Kasus, Penderita ISPA di Samarinda Melonjak Nyaris 30 Persen Akibat Asap

Dua Pekan Tembus 8.609 Kasus, Penderita ISPA di Samarinda Melonjak Nyaris 30 Persen Akibat Asap

Kasus ISPA di Samarinda melonjak nyaris 30 persen imbas kabut asap karhutla. Diskes catat 8.609 kasus dalam dua pekan, sekolah diimbau PJJ.

Kabut Asap Karhutla Mulai Terlihat di Samarinda, Kualitas Udara Masih Aman

Kabut Asap Karhutla Mulai Terlihat di Samarinda, Kualitas Udara Masih Aman

Kabut asap mulai terlihat di Samarinda. Kasus ISPA naik 22,8 persen, tetapi kualitas udara masih kategori baik. Pemkot kaji kaitan keduanya.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer