Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kabut Asap Karhutla Mulai Terlihat di Samarinda, Kualitas Udara Masih Aman

M
Penulis: M Hafiz Alfaruqi❯
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Samarinda, Suwarso. HAFIZ/KP
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Samarinda, Suwarso. HAFIZ/KP

Advertisement

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Kabut asap mulai terlihat tipis di sejumlah kawasan Samarinda. Kondisi ini menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda di tengah maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan, termasuk Samarinda. Namun, hasil pengukuran menunjukkan kualitas udara Samarinda masih dalam kategori baik.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda Suwarso mengatakan, kabut asap memang mulai terlihat secara kasat mata. Meski demikian, hasil pengukuran kualitas udara masih menunjukkan zona hijau. "Secara kasat mata iya, memang harus kita akui ada beberapa kabut asap. Walaupun dari pengukuran udara itu sebetulnya masih baik, warna hijau," ujar Suwarso.

Pemkot Samarinda terus memantau perkembangan karhutla dan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat, terutama kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Berdasarkan data sementara Dinas Kesehatan Kota Samarinda, kasus ISPA tercatat meningkat 22,8 persen. Namun, Suwarso menegaskan kenaikan tersebut belum dapat dipastikan berkaitan dengan paparan asap karhutla. "ISPA itu 22,8 persen. Tapi kenaikan itu apakah disebabkan oleh asap karhutla, perlu dikaji lagi," katanya.

Untuk memastikan penyebabnya, Pemkot Samarinda meminta Dinas Kesehatan dan DLH menyinkronkan data kasus ISPA dengan kondisi kualitas udara.

Advertisement

Jika hasil analisis menunjukkan adanya kaitan antara peningkatan ISPA dan asap karhutla, masyarakat akan diimbau meningkatkan kewaspadaan, termasuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.

Analisis tersebut diperlukan agar penanganan pemerintah tepat sasaran dan masyarakat mendapat informasi yang jelas terkait kondisi kesehatan serta kualitas udara. "Harus dianalisa lagi, supaya dalam penanganan itu lebih tepat sasaran dan masyarakat supaya yakin betul ternyata kenaikan ISPA itu karena asap karhutla," pungkasnya. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

IPSI Samarinda Perbanyak Kejuaraan untuk Tingkatkan Jam Terbang Atlet Pencak Silat

IPSI Samarinda Perbanyak Kejuaraan untuk Tingkatkan Jam Terbang Atlet Pencak Silat

IPSI Samarinda memperbanyak kompetisi pencak silat untuk meningkatkan jam terbang dan mengevaluasi kemampuan atlet.

850 Atlet Ikuti Wali Kota Samarinda Cup Open 2026, Jadi Ajang Pembinaan Pencak Silat Kaltim

850 Atlet Ikuti Wali Kota Samarinda Cup Open 2026, Jadi Ajang Pembinaan Pencak Silat Kaltim

Sebanyak 850 atlet dari lima daerah Kaltim mengikuti Walikota Samarinda Cup Open 2026 di GOR Segiri.

Kasus ISPA di Samarinda Naik 22,8 Persen di Tengah Ancaman Karhutla

Kasus ISPA di Samarinda Naik 22,8 Persen di Tengah Ancaman Karhutla

Kasus ISPA di Samarinda naik 22,8 persen saat kekeringan dan karhutla mengancam kualitas udara.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer