Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kasus ISPA di Samarinda Naik 22,8 Persen di Tengah Ancaman Karhutla

D
Penulis: Denny Saputra❯
SIAP SIAGA: Dinas Kesehatan Kota Samarinda bersiap menghadapi masalah kesehatan imbas karhutla dan kekeringan.
SIAP SIAGA: Dinas Kesehatan Kota Samarinda bersiap menghadapi masalah kesehatan imbas karhutla dan kekeringan.

Advertisement

SAMARINDA — Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Samarinda mengalami peningkatan signifikan di tengah kondisi kekeringan dan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dinas Kesehatan (Dinkes) Samarinda mencatat rata-rata kasus ISPA mencapai 206,2 kasus per hari hingga 22 Agustus 2026.

Kepala Dinkes Samarinda dr Ismid Kusasih mengatakan, secara umum penyakit yang berkaitan dengan kekeringan dan kualitas udara masih relatif terkendali. Namun, ISPA menunjukkan tren peningkatan yang perlu mendapat perhatian.

“Untuk kondisi penyakit masih terkendali dan belum ada peningkatan yang signifikan, kecuali ISPA,” ujarnya, Rabu (26/8).

Advertisement

Berdasarkan pemantauan Dinkes hingga 22 Agustus 2026, rata-rata kasus ISPA mencapai 206,2 kasus per hari. Angka tersebut meningkat 22,8 persen dibandingkan Juli 2026.

Sementara kasus diare tercatat rata-rata 36,2 kasus per hari atau meningkat 1,4 persen. Adapun penyakit kulit mencapai rata-rata 129,2 kasus per hari, tetapi justru mengalami penurunan 4,5 persen.

Peningkatan ISPA menjadi perhatian utama Dinkes Samarinda di tengah periode kekeringan dan potensi karhutla. Kondisi udara yang kering, paparan debu, serta asap kebakaran berpotensi mengiritasi saluran pernapasan dan memperburuk kondisi masyarakat yang rentan.

Dinkes pun meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kekeringan dan karhutla, terutama yang berkaitan dengan gangguan pernapasan.

Masyarakat dianjurkan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, memperbanyak konsumsi air putih, menjaga kebersihan lingkungan, serta mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara mulai dipenuhi asap.

“Kepada masyarakat agar tetap selalu waspada terhadap situasi kekeringan dan dampak karhutla, terutama terhadap ISPA atau infeksi saluran pernapasan akut,” kata Ismid.

Dia memastikan fasilitas kesehatan di Samarinda telah disiapkan untuk menghadapi kemungkinan peningkatan kasus akibat kondisi tersebut.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

732 Hektare Lahan Terbakar dan 8 Ribu Warga Kena ISPA, Samarinda Perpanjang Tanggap Darurat

732 Hektare Lahan Terbakar dan 8 Ribu Warga Kena ISPA, Samarinda Perpanjang Tanggap Darurat

Pemkot Samarinda perpanjang tanggap darurat karhutla & kekeringan 28 hari. 732 ha lahan terbakar & 8.193 warga terserang ISPA.

Kenapa Kabut Asap Samarinda Makin Pekat Tiap Pagi? Begini Penjelasan BPBD Kaltim

Kenapa Kabut Asap Samarinda Makin Pekat Tiap Pagi? Begini Penjelasan BPBD Kaltim

Samarinda kembali diselimuti kabut asap pekat. BPBD Kaltim sebut dampak asap kiriman Kalteng-Kalsel & baru hilang saat hujan masif.

Kabut Asap dan Krisis Air Bersih Masih Mengintai, Samarinda Resmi Perpanjang Masa Tanggap Darurat

Kabut Asap dan Krisis Air Bersih Masih Mengintai, Samarinda Resmi Perpanjang Masa Tanggap Darurat

Pemkot Samarinda perpanjang status tanggap darurat kekeringan & karhutla 14 hari. Wali Kota Andi Harun genjot PJJ & air bersih.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer