KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Pembiayaan bagi pelaku usaha di Kalimantan Timur (Kaltim) tak hanya bergerak melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). Sejumlah program TPAKD di daerah turut membuka akses modal, mulai dari Kredit Kukar Idaman (KKI), Kredit Berusaha, Beruntung, Berkah (Bertuah), hingga Business Matching Pembiayaan serta Edukasi dan Literasi Keuangan UMKM (BIMA ETAM).
Salah satu yang mencatat perkembangan cukup panjang adalah KKI. Program yang diinisiasi TPAKD Kutai Kartanegara tersebut hingga Juni 2026 telah merealisasikan penyaluran Rp39,35 miliar kepada 1.891 penyaluran.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kaltim-Kaltara Misran Pasaribu mengatakan, KKI merupakan salah satu program pembiayaan yang telah berjalan untuk mendukung pelaku usaha di daerah. “Beberapa TPAKD tingkat kota/kabupaten di Kaltim juga memiliki program serupa yaitu Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir (K/PMR),” ujar Misran.
Perkembangan KKI terlihat signifikan. Pada Desember 2021, penyalurannya baru Rp310 juta dengan 25 penyaluran. Angka itu meningkat menjadi Rp4,35 miliar pada 2022 dan Rp14,20 miliar pada 2023. Pada Desember 2024, penyaluran KKI mencapai Rp32,25 miliar dengan 1.576 penyaluran. Setahun kemudian meningkat menjadi Rp38,90 miliar dengan 1.871 penyaluran, sebelum mencapai Rp39,35 miliar pada Juni 2026.
Program serupa juga dijalankan TPAKD Samarinda melalui Kredit Bertuah. Hingga Juni 2026, penyalurannya mencapai Rp12,86 miliar kepada 611 pelaku usaha produktif. Dari sisi perkembangan, Kredit Bertuah meningkat dari Rp1,85 miliar dengan 89 penyaluran pada Desember 2021 menjadi Rp12,86 miliar dengan 611 penyaluran pada Juni 2026.
Selain pembiayaan langsung, OJK bersama Bank Indonesia Kaltim dan TPAKD juga menjalankan BIMA ETAM. Hingga triwulan II 2026, program tersebut telah digelar dalam 14 seri kegiatan di tujuh wilayah, yakni Samarinda, Bontang, Berau, Kutai Kartanegara, Kutai Barat, Kutai Timur, dan Mahakam Ulu.
“Melalui rangkaian kegiatan tersebut, telah terealisasi pembiayaan kepada 528 debitur dengan total plafon sebesar Rp25,87 miliar, yang memberikan manfaat nyata dalam mendukung perintisan maupun pengembangan usaha,” jelas Misran.
Pelaksanaan BIMA ETAM terakhir berlangsung di Bontang pada 26 Juni 2026. OJK Kaltim-Kaltara bersama mitra strategis selanjutnya akan memperluas program tersebut ke berbagai kabupaten/kota untuk memperkuat ekosistem UMKM dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. (*)
Editor : Ismet Rifani