KALTIMPOST.ID-Pasar wisatawan asing memperlihatkan karakter berbeda dibandingkan tamu domestik yang menginap di hotel berbintang di Balikpapan. Pada Juli 2026, tamu asing rata-rata menghabiskan 2,65 hari di hotel, sementara tamu nusantara hanya 1,78 hari.
Meski jumlah dan perilaku setiap kelompok tamu berbeda, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa tamu asing memiliki kecenderungan tinggal lebih lama.
Mengenai itu, Kepala BPS Balikpapan Marinda Dama menjelaskan, rata-rata lama menginap tamu asing pada Juli 2026 mencapai 2,65 hari, sedangkan tamu nusantara berada pada angka 1,78 hari.
“Pada Juli 2026, rata-rata lama menginap tamu asing sebesar 2,65 hari, sedangkan tamu nusantara sebesar 1,78 hari,” kata Marinda.
Perbedaan tersebut tidak hanya terjadi pada Juli 2026. Sepanjang periode Juli 2025 hingga Juli 2026, durasi menginap tamu asing secara konsisten berada di atas tamu Nusantara.
Baca Juga: 20 Pelajar Terpilih Ikut Mahligai Nusantara 2026, BI Balikpapan Dorong Kreator Muda Naik Kelas
Pada Juli 2025, misalnya, tamu asing memiliki rata-rata lama menginap 2,24 hari, sedangkan tamu nusantara 1,69 hari. Setahun kemudian, masing-masing meningkat menjadi 2,65 hari dan 1,78 hari.
Secara tahunan, rata–rata lama menginap (RLM) tamu asing meningkat 0,41 poin. Sementara RLM tamu nusantara naik 0,09 poin.
“Dibandingkan Juli 2025, terdapat peningkatan rata-rata lama menginap baik pada tamu asing maupun tamu nusantara. Kenaikan pada tamu asing tercatat lebih besar,” tuturnya.
Fenomena itu, kata Marinda, bisa menjadi peluang bagi ekosistem pariwisata Balikpapan. Durasi tinggal yang lebih panjang memberi kesempatan lebih besar bagi wisatawan untuk melakukan aktivitas di luar hotel.
Dampaknya berpotensi tidak hanya dirasakan industri perhotelan, tetapi juga restoran, pusat perbelanjaan, transportasi, pelaku ekonomi kreatif, pemandu wisata, hingga UMKM yang berada di sekitar kawasan wisata dan pusat aktivitas kota.
Baca Juga: Remaja 18 Tahun Disidang di Balikpapan, Kasus Penyebaran Video Asusila Berujung Korban Bunuh Diri
Meski demikian, data bulanan memperlihatkan adanya tantangan. RLM tamu asing turun 0,22 poin dibandingkan Juni 2026, dari 2,87 hari menjadi 2,65 hari. Tamu nusantara juga turun 0,06 poin dari 1,84 hari menjadi 1,78 hari.
Artinya, pasar pariwisata masih membutuhkan strategi untuk memperpanjang masa tinggal wisatawan. Bukan hanya mendatangkan orang ke Balikpapan, tantangan berikutnya adalah membuat mereka memiliki alasan untuk tinggal lebih lama.
“Penguatan paket wisata, agenda ekonomi kreatif, kegiatan MICE, wisata kuliner, destinasi perkotaan, hingga konektivitas menuju destinasi di sekitar Balikpapan dapat menjadi bagian dari strategi tersebut,” beber Marinda.
Sehingga, keberhasilan pariwisata tidak semata diukur dari seberapa banyak kamar hotel terisi, tetapi juga dari berapa lama wisatawan bertahan dan seberapa besar aktivitas ekonominya menyebar ke berbagai sektor. (rd)
Editor : Romdani.