KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Mendatangkan wisatawan ke Kaltim bukan satu-satunya pekerjaan rumah bagi pelaku industri pariwisata. Tantangan berikutnya adalah membuat wisatawan tinggal lebih lama dan membelanjakan lebih banyak uang selama berada di daerah.
Ketua DPD Association of The Indonesian Tours & Travel Agencies (ASITA) Kaltim Didi Sutriadi, menyebut lama tinggal wisatawan menjadi salah satu hal yang ingin didorong pelaku usaha perjalanan.
Sebab, semakin panjang wisatawan berada di Kaltim, semakin besar pula peluang ekonomi yang tercipta. Mulai dari penginapan, makanan, transportasi hingga jasa pemandu wisata. “Kalau bisa wisatawan lebih lama di Kaltim untuk bisa mereka lebih banyak belanja, bisa menginap lebih lama,” kata Didi.
Baca Juga: Magnet IKN Dongkrak Bisnis Travel Kaltim, Tarif Hotel Tembus Rp 2 Juta
Menurutnya, travel agent di Kaltim biasanya membawa wisatawan dengan paket perjalanan minimal tiga hari dua malam. Durasi tersebut masih dapat bertambah jika wisatawan mengambil paket wisata minat khusus.
Kawasan wisata alam menjadi salah satu contoh. Perjalanan menuju destinasi seperti Merabu dan kawasan Sangkulirang-Mangkalihat membutuhkan waktu cukup panjang.
Rute perjalanan bahkan dapat dimulai dari Balikpapan atau Samarinda, kemudian menuju sejumlah titik lain sebelum mencapai kawasan wisata.
“Kalau misalkan perjalanan itu cukup lama. Mereka dari Balikpapan, Samarinda sampai nanti ke Sangatta, itu ada beberapa memang yang dikunjungi,” jelasnya.
Baca Juga: Pertamina Patra Niaga RU V Balikpapan Perkuat Kesiapsiagaan melalui Emergency Drill
Untuk wisatawan tertentu, perjalanan tersebut bisa berlangsung hingga satu minggu. Namun, standar paket yang biasa dibawa travel agent sekitar lima hari.
Durasi panjang tersebut menjadi peluang ekonomi yang berbeda dibandingkan wisata singkat. Wisatawan tidak hanya membeli jasa perjalanan, tetapi juga membutuhkan akomodasi, konsumsi, transportasi serta jasa pemandu selama perjalanan.
Karena itu, Didi berharap pengembangan pariwisata Kaltim tidak hanya mengejar jumlah kunjungan. Menurutnya, wisatawan harus didorong agar mendapatkan pengalaman yang lebih lengkap sehingga memiliki alasan untuk memperpanjang masa tinggal di Kaltim. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo