KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Struktur ekspor nonmigas Kalimantan Timur pada Juli 2026 bergerak berlawanan di sejumlah komoditas. Saat bahan bakar mineral mencatat kenaikan nilai ekspor, golongan lemak dan minyak hewani maupun nabati justru mengalami penurunan paling dalam.
Nilai ekspor bahan bakar mineral pada Juli mencapai USD 1,483 miliar. Angka ini meningkat USD 50,80 juta atau 3,55 persen dibandingkan Juni yang tercatat senilai USD 1,432 miliar.
Sebaliknya, ekspor golongan lemak dan minyak hewani atau nabati turun cukup tajam. Dari USD 301,91 juta pada Juni, nilainya menyusut menjadi USD 189,29 juta pada Juli, atau berkurang sebesar USD 112,62 juta.
Baca Juga: Tergelincir pada Juli 2026, Nilai Ekspor Kaltim Masih Perkasa Tembus USD1,95 Miliar
“Penurunan nilai ekspor terdalam terjadi pada golongan barang lemak dan minyak hewani/nabati sebesar USD 112,62 juta atau 37,30 persen,” jelas Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Mas’ud Rifai.
Selain dua komoditas tersebut, beberapa golongan barang juga mencatat perubahan tren pada Juli. Ekspor garam, belerang, batu, dan semen naik USD 0,69 juta atau 14,87 persen menjadi USD 5,33 juta.
Adapun ekspor instrumen optik, fotografi, sinematografi, dan medis meningkat USD 0,22 juta atau 19,82 persen menjadi USD 1,33 juta.
Baca Juga: Bawa Sogo dan 150 Brand Mewah, Catat Estimasi Jadwal Buka Central Park Borneo Bay Balikpapan
Namun, kenaikan pada sejumlah golongan barang belum mampu menahan penurunan total ekspor nonmigas Kaltim. Pada Juli, nilainya tercatat USD 1,851 miliar, turun 6,95 persen dibandingkan Juni yang mencapai USD 1,990 miliar.
Jika melihat kinerja sepanjang tujuh bulan pertama 2026, ekspor nonmigas Bumi Etam masih sangat bertumpu pada bahan bakar mineral. Dari total ekspor nonmigas Januari hingga Juli sebesar USD 11,520 miliar, golongan bahan bakar mineral menyumbang USD 8,749 miliar.
"Kontribusinya mencapai 75,96 persen terhadap total ekspor nonmigas Kaltim. Bahkan, dibandingkan periode Januari-Juli 2025 yang senilai USD 8,108 miliar, nilai ekspor bahan bakar mineral meningkat 7,91 persen," lanjut Mas'ud.
Secara keseluruhan, sepuluh golongan barang utama memberikan kontribusi 99,46 persen terhadap total ekspor nonmigas Kaltim selama Januari-Juli 2026. Nilai ekspor dari kelompok unggulan tersebut mencapai USD 11,458 miliar, meningkat 9,39 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. (*)
Editor : Duito Susanto