KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Pasar ekspor utama Kalimantan Timur mengalami pergerakan berbeda pada Juli 2026. Nilai ekspor nonmigas ke sejumlah negara tujuan utama terkoreksi, dengan penurunan terbesar secara nilai terjadi ke Tiongkok.
Di saat yang sama, ekspor ke Jepang justru melonjak lebih dari dua kali lipat dibandingkan bulan sebelumnya. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Mas’ud Rifai mengatakan, total ekspor nonmigas ke 11 negara tujuan utama pada Juli mencapai USD1.725,79 juta.
Nilainya turun USD36,03 juta atau 2,05 persen dibandingkan Juni USD1.761,82 juta. Tiongkok menjadi salah satu penyumbang utama penurunan tersebut. Nilainya turun dari USD634,78 juta pada Juni menjadi USD548,26 juta pada Juli. Penurunannya mencapai USD86,52 juta atau 13,63 persen.
“Total nilai ekspor nonmigas ke 13 negara tujuan pada Juli 2026 adalah USD1.725,79 juta yang mengalami penurunan USD36,03 juta (2,05 persen) dibandingkan dengan Juni 2026,” kata Mas’ud.
Baca Juga: Dugaan Limbah Sumur BTW Lawe-Lawe PPU Dilaporkan ke KemenLH, Disebut Ancam Air Baku PDAM
Penurunan juga terjadi pada pasar India dan Australia. Ekspor nonmigas ke India berkurang USD32,82 juta atau 11,95 persen menjadi USD241,94 juta. Sedangkan ekspor ke Australia turun USD38,26 juta atau 51,78 persen menjadi USD35,64 juta.
Namun, tidak semua pasar utama mengalami pelemahan. Jepang mencatat lonjakan paling tinggi di antara negara tujuan utama. Nilai ekspor nonmigas ke Negeri Sakura naik USD90,21 juta atau 106,33 persen, dari USD84,83 juta pada Juni menjadi USD175,04 juta pada Juli.
Kenaikan juga terjadi pada ekspor menuju Korea Selatan dan Taiwan. Masing-masing meningkat USD24,59 juta atau 37,86 persen serta USD12,01 juta atau 16,02 persen.
Sementara itu, kawasan ASEAN justru menunjukkan pertumbuhan pada Juli. Nilai ekspor nonmigas Kaltim ke kawasan tersebut mencapai USD534,63 juta, naik 4,12 persen dibandingkan Juni yang senilai USD513,46 juta.
Baca Juga: Payroll ASN Tak Jadi Dipindahkan ke Himbara, Bank Jatim: Kabar Baik bagi BPD
Filipina menjadi tujuan dengan nilai ekspor terbesar di kawasan ASEAN pada Juli, yakni USD173,34 juta, disusul Vietnam USD171,67 juta dan Malaysia USD129,19 juta.
Secara kumulatif, posisi Tiongkok sebagai pasar utama Kaltim tetap kuat. Sepanjang Januari-Juli 2026, ekspor nonmigas ke Tiongkok mencapai USD3.827,04 juta atau menyumbang 33,22 persen terhadap total ekspor nonmigas.
India berada di posisi berikutnya dengan nilai USD1.554,28 juta atau 13,49 persen, sedangkan Filipina mencapai USD1.062,70 juta atau 9,22 persen.
Secara keseluruhan, ekspor nonmigas Kaltim ke 11 negara tujuan utama selama Januari-Juli 2026 mencapai USD10.421,47 juta. Nilai tersebut meningkat 11,48 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari sisi kawasan, ASEAN menyumbang USD3.025,40 juta atau 26,26 persen terhadap total ekspor nonmigas Kaltim selama tujuh bulan pertama 2026. Sementara ekspor ke Uni Eropa mencapai USD153,52 juta dengan kontribusi 1,33 persen. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo