KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Pelabuhan Balikpapan masih menjadi pintu utama ekspor Kalimantan Timur pada Juli 2026. Nilai ekspor yang dimuat melalui pelabuhan tersebut mencapai USD465 juta, tertinggi dibandingkan pelabuhan lainnya di Kaltim.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Mas’ud Rifai mengatakan, selain Balikpapan, dua pelabuhan dengan nilai ekspor terbesar berikutnya adalah Pelabuhan Samarinda dan Tanjung Bara. “Pelabuhan Samarinda USD428,79 juta, dan Pelabuhan Tanjung Bara USD280,76 juta,” kata Mas’ud.
Meski menjadi yang terbesar, nilai ekspor melalui Pelabuhan Balikpapan turun 28,91 persen dibandingkan Juni yang mencapai USD654,10 juta. Sebaliknya, Samarinda mencatat kenaikan 8,16 persen menjadi USD428,79 juta, sedangkan Tanjung Bara naik 6,71 persen menjadi USD280,76 juta.
Baca Juga: Produksi Migas Kaltim Moncer, SKK Migas: Ada Andil Media Jaga Kondusivitas
Secara keseluruhan, ekspor melalui lima pelabuhan utama Kaltim pada Juli mencapai USD1,585 miliar. Angka itu turun 12,35 persen dibandingkan Juni yang sebesar USD1,809 miliar.
Secara kumulatif Januari-Juli 2026, Balikpapan menyumbang 28,56 persen terhadap total ekspor Kaltim. Samarinda berkontribusi 19,73 persen dan Tanjung Bara 13,52 persen. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo