KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Pelabuhan Balikpapan masih menjadi pintu utama masuknya barang impor ke Kalimantan Timur. Sepanjang Januari-Juli 2026, pelabuhan tersebut menyumbang hampir 88 persen dari total nilai impor Kaltim.
Nilai impor yang dibongkar di Pelabuhan Balikpapan selama periode tersebut mencapai USD4.089,60 juta. Kontribusinya mencapai 87,68 persen dari total impor Kaltim.
“Total nilai impor Kaltim melalui 3 pelabuhan bongkar terbesar pada Juli 2026 adalah Pelabuhan Balikpapan USD595,32 juta, Pelabuhan Tanjung Bara USD39,18 juta, dan Pelabuhan Bonthan Bay USD20,19 juta,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Mas’ud Rifai.
Pada Juli 2026 sendiri, nilai impor melalui Pelabuhan Balikpapan mencapai USD595,32 juta. Meski menjadi yang terbesar, angka tersebut turun 47,77 persen dibandingkan Juni yang mencapai USD 1.139,76 juta.
Baca Juga: Pesona Puncak Karst Batu Putih Kutim, Magnet Camping Baru yang Dikelola Swadaya Pemuda
Tanjung Bara berada di posisi berikutnya dengan nilai impor USD39,18 juta pada Juli. Sementara Bonthan Bay mencapai USD20,19 juta, meningkat tajam dibandingkan Juni yang hanya USD 2,49 juta.
Secara keseluruhan, nilai impor yang dibongkar melalui lima pelabuhan utama pada Juli mencapai USD 690,61 juta. Nilai tersebut turun 41,56 persen dibandingkan Juni yang senilai USD 1.181,65 juta.
Selain Balikpapan dan Tanjung Bara, pelabuhan yang memberikan kontribusi cukup besar sepanjang Januari-Juli adalah Sepinggan (U) 2,58 persen dan Kariangau 2,53 persen. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo