KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Neraca perdagangan Kalimantan Timur masih mencatat surplus pada Juli 2026. Selisih antara ekspor dan impor mencapai USD1.244,62 juta, meski sektor migas kembali mengalami defisit.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Mas’ud Rifai mengatakan, surplus tersebut terutama ditopang sektor nonmigas. Pada Juli, surplus perdagangan nonmigas mencapai USD1.770,43 juta. Sementara sektor migas mencatat defisit USD525,81 juta.
Kondisi itu terjadi karena nilai ekspor nonmigas Kaltim mencapai USD1.851,75 juta, jauh lebih besar dibandingkan impor nonmigas USD81,32 juta. Sebaliknya, perdagangan migas berada dalam posisi defisit. Ekspor migas pada Juli tercatat USD99,58 juta, sedangkan impornya mencapai USD625,39 juta.
Baca Juga: Jadi Gerbang Utama, 88 Persen Barang Impor Kaltim Masuk Lewat Balikpapan
Jika ditarik sepanjang Januari-Juli 2026, pola serupa masih terlihat. Sektor migas mencatat defisit USD3.177,56 juta. Namun, defisit tersebut mampu ditutup oleh surplus sektor nonmigas yang mencapai USD11.003,90 juta.
“Alhasil, neraca perdagangan Kaltim secara kumulatif tetap surplus USD7.826,34 juta,” ungkap Mas’ud. Sepanjang tujuh bulan pertama 2026, total ekspor Kaltim tercatat USD12.490,50 juta, sedangkan total impor mencapai USD4.664,16 juta.
Editor : Nugroho Pandu Cahyo